Cara Malaysia Gaet 27 Juta Wisatawan
Entah sopir bus, Ah Seng yang mahir mengemudi atau jalan mulus tak berlubang yang membuat penumpang begitu nyaman
Tapi yang paling besar sekali membelanjakan uang untuk mengiklankan Malaysia dalam media cetak, sosial media dan website.
Ditanya apakah tempat wisata di Malaysia ada pengutipan uang kepada pelancong. Syed Yahya mengatakan, sekarang ada dua tiga tempat yang pengunjung datang dikenakan uang, seperti di Langkawi mereka membayar dua ringgit untuk penginapan di hotel.
Baca: Ratusan Offroader Aceh, Sumut, dan Malaysia Meriahkan Jelajah Burni Telong Bener Meriah
Ini digunakan untuk memperbaiki kualitas tempat pelancongan di Langkawi. Kemudian di Melaka juga ada yang serupa, dan di seluruh Malaysia bagi orang-orang luar negeri dikenakan 10 ringgit untuk cas hotel (kurs 1 ringgit adalah Rp 3.500).
“Saya rasa cukup murah 10 ringgit karena kita sudah menyimak di negara-negara lain mereka telah mengunakan cas US dolar.
Sedangkan masyarakat, kata Syed Yahya, tidak boleh mengutip tanpa lisensi. Tapi masyarakat boleh menjual produk-produk mereka kepada wisatawan. Banyak keluarga yang mendapatkan keuntungan dari produk yang dijual.
“Pemerintah melarang masyarakat mengutip uang kepada wisatawan, kecuali bila ada lisensi yang ditetapkan,” ujarnya.
Saat ditanya soal Aceh, Syed Yahya mengaku belum pernah pergi ke Tanah Rencong. Tapi ia mengakuingin berkunjung ke Aceh.
Baca: Setelah Try Out ke Malaysia, Persiraja Uji Coba ke Daerah, Ini Lawannya
Karena mendengar banyak cerita yang baik-baik di Tanah Rencong. Ia juga tak keberatan saat diminta memberi saran bagaimana cara meningkatkan pariwisata Aceh.
Menurut Syed Yahya, setiap destinasi ada kelebihan masing-masing dan semua orang ingin melihat perbedaannya. Ia tidak pernah ke Aceh, tapi Syed Yahya bisa percaya perbedaan yang ada di Aceh membuat orang ramai ingin berkunjung.
Tapi pertama sekali perlu lebih banyak maskapai penerbangan yang terbang ke Aceh. “Ada travel agents di Aceh yang ingin mempromosikan dan membawa wisatawan ke tempat wisata dan mengurus penginapan,” ujarnya.
Kemudian, kata Syed Yahya, perlu menjaga kebersihan terutama di lokasi wisata. Menjaga alam sekitar supaya selalu indah, berbicara dengan bahasa yang sopan dan ramah menerima wisatawan.
Tourist guide harus yang fasih berbahasa asing supaya wisatawan senang.
Baca: Gelar Pelatihan Guru, Disdik Aceh Timur Hadirkan Pemateri dari Malaysia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasangan-foto-prewedding-di-jalan-kawasan_20180316_100956.jpg)