Heboh Air dalam Botol Aqua dan Nestle Mengandung Partikel Plastik, BPOM Angkat Bicara

BPOM menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kajian ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik pada kesehatan manusia.

Heboh Air dalam Botol Aqua dan Nestle Mengandung Partikel Plastik, BPOM Angkat Bicara
Botol plastik kemasan minuman ini diteliti oleh para ilmuwan dari State University of New York untuk menguji apakah ada kandungan partikel plastiknya 

SERAMBINEWS.COM - Beredarnya hasil penelitian mikroplastik atau partikel plastik dalam air minum kemasan produk Aqua dan Nestle, mengundang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) angkat bicara.

Dalam pernyataan resmi di situsnya, BPOM menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kajian ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik pada kesehatan manusia.

Menurut BPOM, penelitian tentang tingkat toksisitas plastik dan komponennya belum dilakukan oleh lembaga pengkaji risiko untuk keamanan pangan, seperti The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) yang berada di bawah FAO-WHO.

(Baca: VIDEO: BBPOM Lakukan Pemusnahan Barang Sitaan, Nilainya Capai Rp 2 Miliar)

(Baca: Heboh Obat Sariawan Albothyl Berbahaya, Ini Penjelasan BPOM, Dokter Gigi, dan PT Pharos Indonesia)

(Baca: Setelah Viostin DS, BPOM Imbau Masyarakat Hentikan Penggunaan Obat Ini)

Seperti dilansir Serambinews.com dari Kompas.com, Codex, sebagai badan standar pangan dunia di bawah FAO-WHO, juga belum mengatur  ketentuan resmi tentang mikroplastik pada pangan.

Namun demikian, BPOM bekerja sama dengan sejumlah ahli, akademisi serta pemerintah, dan asosiasi nasional dan internasional, untuk memantau isu mikroplastik ini.

Pengawasan menyeluruh terus dilakukan BPOM terhadap keamanan, mutu dan gizi produk yang sudah atau belum beredar di masyarakat, agar sesuai dengan standar yang berlaku.

Dalam keterangan resmi tertanggal 16 Maret 2018, BPOM mengimbau masyarakat untuk menghubungi Call Center HALO BPOM apabila menemukan produk tidak layak konsumsi.

Halaman
12
Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved