Pencari Sumbangan Ilegal Diamankan

Enam pencari sumbangan ilegal dari Dayah Raudhatul Ridha, Gampong Baroh Julok, Aceh Timur bersama seorang sopir

Pencari Sumbangan Ilegal Diamankan
Kasatpol PP dan WH Pidie, Drs Iskandar Abbas (Dua kiri) mempertanyakan keabsahan surat keterangan kepada enam pencari sumbangan illegal asal Dayah Radhatul Ridha Gampong Baro Julok, Aceh Timur, Senin (19/3/2018) petang. SERAMBI/IDRIS ISMAIL 

SIGLI - Enam pencari sumbangan ilegal dari Dayah Raudhatul Ridha, Gampong Baroh Julok, Aceh Timur bersama seorang sopir, Senin (19/3) sekitar pukul 18.00 WIB, diamankan anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Pidie. Mereka diamankan saat mencari sumbangan di Gampong Mesjid Runtoh, Kecamatan Pidie, Pidie.

Keenam pencari sumbangan untuk pembangunan Dayah Raudhatul Ridha yaitu NN (18), MN (14), MM (17), AM (16), MS (18), dan AR (16). Sementara JN (21) bertindak sebagai sopir.

“Kami mengamankan keenam pencari sumbangan itu bersama sopir karena surat yang mereka kantongi hanya berlaku untuk wilayah Aceh Timur dan pimpinan dayah sudah memperkerjakan anak di bawah umur atau melakukan eksploitasi terhadap anak-anak,” ungkap Kasatpol PP dan WH Pidie, Drs Iskandar Abbas kepada Serambi, Selasa (20/3).

Dari enam pencari sumbangan ini, dua orang di antaranya yaitu MN (14) dan NN (18) pernah ditangkap pada tahun 2017 lalu di Simpang Empat Keuniree, Pidie.

Dalam menjalankan aksinya menurut Iskandar, mereka hanya bermodalkan surat surat keterangan dari pimpinan Dayah Raudhatul Ridha Gampong Baro, Julok, Aceh Timur, Tgk Muslim Ibrahim yang ditujukan kepada Tgk Nando (18) selaku pimpinan rombongan. Mereka juga memiliki surat keterangan dari Sulaiman, keuchik tempat dayah tersebut berada. Surat tersebut hanya berlaku jika mereka mencari sumbangan di Aceh Timur.

Untuk menjalankan aksinya, tambah Iskandar, mereka juga menyewa mobil Avanza BK 1879 UZ. Dari kegiatan tersebut, menurut Iskndar, mereka menerima upah 20 persen dari total sumbangan yang dikumpulkan. Setiap bulan merkea mendapat dana sekitar Rp 6 juta untuk selanjutnya dikirin ke rekening dayah. “Mereka ini spesialis pencari sumbangan,” jelasnya.

Dalam surat keterangan yang mereka bawa, Kepala Satpol PP dan WH Pidie, Drs Iskandar Abbas, mengatakan bahwa benar nama Tgk NN sudah diizinkan mencari sumbangan untuk pembangunan dayah Raudhatul Ridha Gampong Baro Kecamatan Julok, Aceh Timur. Surat yang ditandatangani pimpinan dayah Tgk Muslim Ibrahim tersebut berlaku 15 Oktober 2017 sampai 30 September 2018.

Dikatakan, pihaknya membina keenam pencari sumbangan itu sampai malam hari. “Setelah kita bina, mereka dilepas kembali. Kami juga sudah menghubungi pimpinan dayah setempat meminta agar tak memperkejakan anak dibawah umur mencari sumbangan secara ilegal. Ini melanggar undang-undang negara dengan mengekploitasi anak-anak di bawah umur,” pungkasnya.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved