Puluhan Ayam Selundupan Dimusnahkan

Pihak Instalasi Karantina Pertanian Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (20/3), memusnahkan sebanyak 71 ekor ayam

Puluhan Ayam Selundupan Dimusnahkan
KEPALA Kanwil Bea Cukai Aceh, Agus Yulianto memusnahkan barang bukti sitaan berupa ayam jago hasil selundupan dari Thailand, di Instalasi Karantina Pertanian Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (20/3). 

JANTHO - Pihak Instalasi Karantina Pertanian Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (20/3), memusnahkan sebanyak 71 ekor ayam jago hasil selundupan dari Thailand. Sebelumnya petugas menyita 205 ekor ayam, tapi 134 di antaranya mati sebelum dimusnahkan.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Banda Aceh, drh Ibrahim, mengatakan, 71 ekor ayam itu dimusnahkan dengan cara disuntikkan firmadelhi (alhokol) ke jantungnya. Sehingga dalam rentang waktu 30 menit, ayam-ayam langsung mati. Bangkai ayam kemudian dibakar dan dikubur dalam liang sedalam dua meter.

Alasan ayam asal Thailand itu dimusnahkan, kata Ibrahim, karena positif mengidap penyakit pullorum dan tetelo yang dapat menular ke unggas lain. Bahkan dari jumlah 205 ayam yang diserahkan Bea Cukai ke pihaknya, sebagian besar mati saat berada di instalasi, karena diserang penyakit tersebut. Sehingga kemarin, hanya ada 71 ayam dimusnahkan.

“Penyakit pullorum dan tetelo yang dominan menjangkit pada ayam tersebut. tapi kalau untuk menularkan penyakit ke manusia sampai saat ini belum ada kasus, hanya ada menular sesama unggas,” ujar Ibrahim.

Sementara Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Agus Yulianto, mengatakan, 205 ekor ayam itu diamankan petugas Bea Cukai Aceh dan TNI AL dari kapal berbendera Indonesia, KM Jaya Abadi di perairan Aceh Tamiang, Sabtu (3/3).

Ayam itu diselundupkan dari Pelabuhan Satun, Thailand, dan rencananya akan dimasukkan ke Tamiang melalui pelabuhan tikus. Namun kapal itu berhasil dihadang petugas. Selain menyita ayam, petugas juga mengamankan seorang tersangka berinisial SB (60).

Menurutnya, selama ini sudah beberapa kali pihak Bea Cukai mengamankan ayam selundupan dari Thailand. Karena jika hewan itu masuk secara ilegal sangat berpotensi membawa penyakit, sehingga dapat membahayakan hewan maupun warga di Indonesia.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved