Breaking News:

GeRAK Menduga Ada Gratifikasi

Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menduga dalam usulan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT Cemerlang Abadi (PT CA)

Editor: hasyim
ASKHALANI, Koordinator GeRAK Aceh 

Terlebih, sambungnya, dari luas area 7.516 Ha HGU yang didapat, PT CA tidak menunaikan plasma atau membuat kelompok binaan sebesar 20 persen dari HGU yang didapat.

“Jangankan hak, kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang (Palasma) selama puluhan tahun tak kunjung dilakukan,” ujarnya.

Menurut Askhalani, dengan adanya kejadian dan sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh PT CA, sudah sepatutnya menteri ATR dan BPN membatalkan perpanjangan HGU PT CA.

“Jika tetap diperpanjang dan tidak dihargai surat penolakan dari bupati dan gubernur, maka kita akan laporkan perpanjangan PT CA pada Kooordinasi dan Supervisi KPK,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH meminta agar kanwil BPN Aceh menghargai kebijakan menteri ATR dan BPN yang menolak perpanjangan HGU perusahan yang tidak serius memanfaatkan HGUnya selama puluhan tahun.

“Kami meminta kanwil BPN menyampaikan yang jujur, sehingga persoalan ini bisa tuntas. Karena, Pak Menteri sangat jelas menyampaikan, bahwa perusahaan yang tidak serius memanfaatkan HGU-nya tidak diperpanjang lagi, dan PT CA masuk kategori ini,” kata Akmal Ibrahim.(c50)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved