Tafakur

Kezaliman

Sungguh tiada yang menyukai kezaliman terus berlangsung dan merajalela dalam masyarakat, kecuali oleh orang-orang yang hatinya telah berpaling

Kezaliman
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Kezaliman akan terus berlanjut, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik” (Ali bin Abi Thalib r.a.).

Sungguh tiada yang menyukai kezaliman terus berlangsung dan merajalela dalam masyarakat, kecuali oleh orang-orang yang hatinya telah berpaling dari kebenaran. Orang-orang yang berpaling dari kebenaran suka mengambil keuntungan dari berbagai kezaliman, seperti ketidak-adilan. Misalnya, karena tidak adil dibagi rata, harta rakyat banyak akan banyak menumpuk pada sebahagian kecil orang saja.

Setiap individu beriman diberikan kewajiban untuk memerangi kezaliman dalam dalam masyarakat. Kewajiban ini tetap tak hilang walau melakukannya tak mudah. Pasalnya, orang-orang yang mengambil keuntungan dari kezaliman juga telah memikirkan bagaimana mempertahankannya dengan segala cara.

Sebaliknya, mengharapkan munculnya kesadaran orang-orang zalim agar kezaliman terhenti dalam masyarakat, pun bukan hal yang mudah dan cepat. Apalagi hati orang-orang yang zalim sudah penuh dengan noktah hitam akibat dosa, sehingga sulit melihat kebenaran. Kalau ada yang insaf satu dua pun, masih banyak yang lain yang terus melanjutkannya.

Karena itu, bila didapati banyak kezaliman terus berlanjut, percayalah bahwa itu suatu pertanda bahwa banyaknya orang baik diam. Orang-orang baik tidak sewajarnya diam saat mendapati kezaliman. Mendiamkannya sama artinya memberikan kesempatan bagi kezaliman untuk berlanjut dan meluas, yang selanjutnya menghambat penerapan kebenaran.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved