Muhammad Nazar : Rakyat Aceh Jangan Larut Isu Obligasi tapi Lupa Kawal Wakaf Aceh di Saudi

Ia membandingkan dengan beberapa perusahaan BUMN yang dilaporkan terus rugi dan ujungnya mendapat suntikan modal tambahan.

Muhammad Nazar : Rakyat Aceh Jangan Larut Isu Obligasi tapi Lupa Kawal Wakaf Aceh di Saudi
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Muhammad Nazar saat menyampaikan sambutan pada acara Maulid Nabi Muhammad di Ciledug Tangerang, Banten, Minggu (28/1/2018). 

Laporan Fikar W.Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA --- Mantan Wagub Aceh Muhammad Nazar mengingatkan, rakyat Aceh jangan larut dengan isu obligasi tapi lupa mengawal harta wakaf Aceh di Makkah Saudi Arabia.

"Soal obligasi memang harus direspons. Sebab penyumbang pembelian pesawat RI bukan hanya satu orang, melainkan ribuan orang. Tapi manfaatnya belum diterima masyarakat. Sebaliknya yang memberikan wakaf di Mekkah cuma satu orang, namun manfaatnya telah diterima oleh masyarakat Aceh yang naik haji," kata Muhammad Nazar, di Jakarta, Minggu (25/3/2018) malam.

Baca: Likok Pulo, Saman dan Sejumlah Tarian Aceh Lainnya Diajarkan di Dua Perguruan Tinggi di Singapura

Menurut Ketua Umum Partai SIRA ini, masyarakat dan tokoh Aceh jangan kehilangan substansi dalam merespons setiap keadaan yang terjadi. "Kalau kehilangan substansi dan hanya fokus pada simbol yang memicu euforia maka nanti tertipu lagi Aceh," kata Nazar.

Ketika menjabat Wagub, Muhammad Nazar mengaku sudah pernah mengusulkan agar jasa Aceh dalam pembelian pesawat Seulawah dihargai dalam bentuk pemberian saham di Garuda Indonesia.

Sebab Aceh adalah pemodal awal.

"Coba apa berani seperti itu. Kalau berani, maka baru dapat dikatakan Pemerintah RI menghargai Aceh sebagai pendiri utama RI," demikian Muhammad Nazar.

Sebaliknya, dalam hal tanah wakaf Aceh di Mekkah, itu sangat produktif dan kalau dikelola oleh BPKH mungkin tidak akan seproduktif sekarang. "Bahkan, bisa-bisa dilaporkan rugi," lanjutnya.

Menurut Nazar, wakaf Aceh di Mekkah sudah berkembang pesat.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved