Breaking News:

Polisi Sita Dua Senpi di Nisam

Aparat berwajib tampaknya masih perlu kerja keras untuk mengungkap keberadaan senjata api (senpi)

Editor: bakri
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Listwa Irawan, Wakapolres Kompol Imam, dan Kasat Reskrim, AKP Budi Nasuha, menggelar konferensi pers kasus penangkapan kepemilikan senpi yang digunakan pelaku curas di Mapolres setempat, Minggu (25/3). SERAMBI/ZAKI MUBARAK 

LHOKSEUMAWE - Aparat berwajib tampaknya masih perlu kerja keras untuk mengungkap keberadaan senjata api (senpi) di tangan orang tak berhak. Faktanya, hingga kini masih saja ada senpi yang ditemukan di masyarakat, seperti kasus terbaru di kawasan Nisam, Aceh Utara.

Informasi yang diperoleh Serambi, dua pucuk senpi jenis revolver beserta 15 amunisi disita polisi di kawasan Nisam, Jumat (23/3) malam. Seorang tersangka berinisial AL (38) berhasil ditangkap sedangkan seorang lainnya masih buron.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Minggu (25/3) menyebutkan, penemuan senpi tersebut berawal dari laporan masyarakat tentang AL yang diduga memiliki senpi. Berangkat dari laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. “Setelah informasi itu dipastikan kebenarannya, tim langsung bergerak ke Nisam,” kata AKBP Ari Lasta.

Awalnya, kata Kapolres Lhokseumawe, tim yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha menggerebek rumah AL, Jumat (23/3) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Di sini tim menemukan satu pucuk senpi rakitan aktif dan 15 amunisi yang disembunyikan di tumpukan kayu. “Tim kita juga berhasil menangkap AL, warga Nisam, tersangka pemilik senjata api itu,” kata Kapolres Lhokseumawe didampingi Wakapolres Kompol Imam Asfali, Kabag Ops Kompol Ahzan, dan Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha.

Dari penangkapan AL, tim melakukan pengembangan kembali ke rumah tersangka lainnya yang kini masuk DPO. Karena, ketika tim tiba di lokasi sempat diketahui oleh tersangka sehingga langsung kabur lewat jendela rumah. Namun, saat rumahnya digeledah, tim menemukan lagi satu pucuk senpi.

Kapolres juga menyebutkan, berdasarkan pengakuan tersangka AL, kedua senpi tersebut sempat digunakan untuk melakukan beberapa kali tindak kejahatan di Aceh Utara dan Bireuen. “Namun untuk pengakuan ini masih terus kita kembangkan,” ujar Ari Lasta.

Kapolres kembali mengimbau masyarakat yang memiliki senpi untuk segera menyerahkan kepada aparat keamanan, baik pada polisi atau TNI. “Karena bila tidak diserahkan secara sukarela, saat kita temukan nantinya, pasti akan ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” demikian AKBP Ari Lasta Irawan.(bah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved