Breaking News:

Dunia Kecam Serangan 7 Rudal ke Arab Saudi, Iran Dicurigai Sebagai Pemasok Senjata

Namun serpihan rudal yang jatuh menewaskan seorang warga sipil dan melukai dua orang lainnya

Editor: Muhammad Hadi
Tentara Arab Saudi menunjukkan sisa-sisa rudal balistik yang diduga diluncurkan milisi Houthi pada Minggu (25/3/2018) malam.(AFP/ ARAB NEWS) 

"Kami terus mendesak seluruh pihak, termasuk Houthi, untuk kembali pada negosiasi politik dan bergerak untuk mengakhiri perang di Yaman," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert.

Baca: Perkuat Pertahanan Darat, Arab Saudi Membeli 6600 Rudal dari Amerika Serikat

Media milik pemberontak Houthi merilis foto rudal yang ditembakkan ke Arab Saudi.
Media milik pemberontak Houthi merilis foto rudal yang ditembakkan ke Arab Saudi. (Reuters)

Perwakilan Tetap Kuwait untuk PBB, Mansour al-Otaibi mendesak kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengintervensi dan menghentikan rangkaian serangan misil Houthi ke wilayah kerajaan Arab Saudi.

Dukungan turut disampaikan pemerintah Aljazair kepada Kerajaan Arab Saudi dalam menghadapi segala tindakan yang membahayakan keamanan dan stabilitas wilayah mereka.

Di Roma, Menteri Luar Negeri Italia, Angelino Alfano menyampaikan, tindakan provokatif pemberontak Houthi yang merongrong keamanan dan stabilitas kawasan Saudi telah memperburuk situasi politik dan militer di Yaman.

Baca: Jerman akan Hentikan Ekspor Senjata ke Negara yang Terlibat Konflik Yaman, Ini Alasannya

"Upaya mengakhiri konflik di Yaman harus menjadi prioritas utama karena menyangkut kebutuhan kemanusiaan yang mendesak bagi warga sipil," ujarnya.

"Italia siap memberikan bantuan kepada utusan khusus baru PBB ke Yaman, Martin Griffiths untuk mendorong negosiasi demi mengakhiri konflik," tambah Alfano.

Organisasi hak asasi manusia, Amnesty International menyebut serangan rudal oleh Houthi sebagai sebuah kejahatan perang karena dipandang telah melanggar larangan hukum kemanusiaan internasional.

Baca: Milisi Houthi Tetap Tolak Kembalikan Jenazah Mantan Presiden Yaman, Ini Alasannya

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved