Hama WBC Mewabah

Tak kurang dari 10 hektare tanaman padi berumur 65-95 hari di Gampong Kabu, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur

Hama WBC Mewabah
ist
Petani di areal sawah Busu, Kecamatan Mutiara, Pidie melakukan penyemprotan massal dalam membunuh hama WBC. 

* Di Peureulak Barat

IDI - Tak kurang dari 10 hektare tanaman padi berumur 65-95 hari di Gampong Kabu, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, terserang hama jenis wereng batang coklat (WBC) yang mewabah sejak seminggu terakhir. “Banyak tanaman padi yang mati. Namun karena sebagian besar padi sudah berisi dan cukup tua, sehingga masih bisa dipanen,” kata Abdussalam, petugas Laboratorium Pertanian Aceh Timur, Abdussalam, Rabu (27/3).

Keuchik Gampong Kabu, Sayed Ali mengatakan, petani sudah berupaya mengendalikan hama WBC itu dengan cara menyemprotkan pestisida. Namun, pestisida yang dimiliki petani tidak mampu mengatasinya. “Karena obat yang disemprotkan petani tidak efektif, kami pun melaporkannya kepada petugas penyuluh, mantri tani dan petugas laboratorium,” ungkap Sayed Ali.

Ia mengatakan, sebelumnya padi petani di daerah ini sangat jarang terserang hama WBC tersebut. Karena itu petani khawatir dengan mewabahnya hama tersebut yang bisa dengan cepat meluas.

Staf Laboratorium Pertanian Aceh Timur, Abdussalam, mengatakan total luas lahan sawah di Gampong Kabu sekitar 50 hektare. Namun, yang diserang hama WBC hanya sekitar 10 hektar. “Terkait serangan hama ini, kami langsung melakukan penyemprotan pestisida jenis Applaud 10 WP yang dibantu dari Dinas Pertanian Aceh Timur, untuk mencegah meluasnya serangan hama tersebut,” ujarnya.

Dari kabupaten Aceh Tamiang, produksi padi masa tanam rendengan tahuan 2017/2018 di Aceh Tamiang juga menurun disebabkan hama dan kemarau yang melanda daerah ini dalam dua bulan terakhir.

Kabid Produksi Tanaman Pangan dan perlindungan Tanaman Pangan dan Perlindungan Tanaman, Dinas Pertanian Aceh Tamiang, Mustafa, Rabu (28/3) mengatakan, daerah produksi padinya menurun pada musim tanam rendengan tahun ini, yaitu Kecamatan Manyak Payed dan Bendahara. Sebagian petani di daerah ini diketahui terlambat turun ke sawah. Sehingga saat tanaman padi mulai tumbuh, kekeringan pun melanda karena memasuki musim kemarau, dan diperparah dengan serangan wereng.

Lahan tanam padi masa rendengan tahun ini di Tamiang seluas 15.898 hektare. Sedangkan realisasi panen sampai 27 Maret 2018 baru mencapai 11.269 Ha. Dengan perkiraan produksi 5,6 ton per hektare maka hasil panen keseluruhan diperkirakan 63.108,4 ton.

Camat Manyak Payed, Wan Irwansyah mengatakan, luas areal persawahan di Kecamatan Manyak Payed seluas 4.450 hektare. “Khusus di Mukim Raja Tuha, luas lahan yang mengalami kekeringan mencapai 1.040 hektare akibat musim kemarau. Petani di daerah ini pun menyiasatinya dengan membuat sumur bor, tapi upaya ini gagal menyelamatkan tanaman padi mereka,” katanya.(md)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved