Ira: Gara-gara Online,Suamiku Tiduri 50 Wanita

SEBUT saja namanya Ira, karena wanita berumur 32 tahun itu memang tak sudi nama lengkapnya

Ira: Gara-gara Online,Suamiku Tiduri 50 Wanita

SEBUT saja namanya Ira, karena wanita berumur 32 tahun itu memang tak sudi nama lengkapnya, maupun nama suaminya, dipublikasi. Tapi ia ingin masyarakat Aceh tahu betapa batinnya sebagai seorang istri remuk redam gara-gara suaminya terlibat prostitusi online selama sepuluh tahun.

“Prostitusi online itu sangat berbahaya. Jaringannya luas, mencakup seluruh provinsi di Indonesia. Mereka juga membentuk rayon-rayon, tak terkecuali di Aceh. Saya sama sekali tak menyangka suami saya yang berstatus PNS terlibat jaringan prostusi online ini. Gajinya banyak terkuras untuk itu,” kata Ira kepada Serambi di sebuah gedung berlantai dua di Jalan Teungku Imuem Luengbata, Banda Aceh, Rabu (28/3) petang.

(Baca: Warga Gerebek Pasangan Homo di Darussalam, Petugas Sita Alat Kontrasepsi, Tempat Tidur dan HP)

(Baca: Ditabrak Mobil Anggota DPR, Tukang Ojek Terseret 25 Meter dan Tewas, Penyelidikan Terhalang UU MD3)

(Baca: POPULER - Tarif Prostitusi Online, Polwan Terkapar, Ibu dan Anak Korupsi hingga Irwandi Menyerah)

Ira ditemani ibu kandungnya saat datang ke gedung itu. Tapi ketika wawancara hendak dimulai, ibunya pamit dan menunggu di luar. Di sebuah bilik kaca seukuran 3x4 meter tinggallah Serambi bersama Ira, didampingi seorang psikolog. Dalam dua bulan terakhir, Ira sering konsultasi pada psikolog tersebut karena batinnya benar-benar terguncang begitu tahu suaminya selingkuh bahkan sering ‘tidur’ dengan wanita penghibur yang diordernya melalui situs online.

Baik Ira maupun suaminya, sebut saja namanya Agam (37), sama-sama kelahiran Aceh. Mereka bahkan berasal dari kabupaten yang sama di blahdeh Seulawah. Menikah pada akhir tahun 2005 atas dasar saling mencintai dan mendapat restu dari orang tua masing-masing. Tapi hanya sekitar tiga tahun Agam yang bergelar magister dan pegawai di sebuah SKPA itu menyetiai istrinya. Setelah itu, tahun 2008 ia bukan lagi suami yang setia. “Awalnya ia coba-coba ikut jaringan prostitusi online. Teman sekantornya yang mengajak. Temannya itu pun sudah menikah, tapi masih doyan ‘jajan’. Alhasil, suami saya kecanduan. Ia jajan mulai dari Jakarta, Bandung, Solo, Medan, hingga Banda Aceh. Taksiran saya tidak kurang 50 wanita panggilan via online yang sudah ditidurinya selama sepuluh tahun,” kata Ira.

Permainan kotor suaminya itu terungkap saat Ira memergoki sebuah chattingan suaminya dengan seorang wanita di handphone sang suami. Karena nadanya vulgar, Ira menginterogasi suaminya. Lantaran terus didesak, alhasil Agam mengaku bahwa ia memang pernah tidur dengan perempuan tersebut. “Saya shock mendengar pengakuan itu,” kata Ira.

Suaminya berdalih bahwa ia ‘jajan’ karena sedang bersyahwat dalam perjalanan dinas ke luar Aceh, sedangkan istrinya berada di kota lain.

Ira yang tak bisa menerima pengkhianatan suaminya itu akhirnya memilih pisah rumah. Tapi itu tak lama. Bidan negeri ini akhirnya memilih berdamai dengan keadaan, semata-mata demi anak mereka. Pasangan ini dikaruniai dua anak. Yang sulung laki-laki berumur 11 tahun, adiknya perempuan, 8 tahun. Nah, si sulung itu mengancam akan bunuh diri jika ibunya tak kembali ke rumah, Hati Ira pun luluh.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved