Polisi Tahan Pelaku Prostitusi

Hasil pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, akhirnya hanya enam orang yang ditetapkan

Polisi Tahan Pelaku Prostitusi
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

* Kasus di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Hasil pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, akhirnya hanya enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi yang dibongkar di kota tersebut dua hari lalu. Dua wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial diserahkan ke Dinas Sosial untuk pembinaan namun keduanya hanya dikenakan wajib lapor.

Menurut informasi, enam lainnya sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Proses hukum terhadap keenam orang tersebut dibagi dalam empat berkas, sesuai dengan perannya.

Berkas pertama untuk dua tersangka yang diduga sebagai penghubung, berkas kedua untuk penyedia tempat, berkas ketiga untuk wanita yang diduga germo, dan berkas keempat untuk sepasang non-muhrim yang ditemukan di dalam kamar.

“Keenam tersangka tetap kita jerat dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha.

Seperti diberitakan, tim gabungan Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap dua jaringan prostitusi, Senin (26/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Polisi mengamankan delapan orang, yakni lima wanita dan tiga pria. Status ke-8 orang tersebut berbeda, ada yang mucikari, lelaki hidung belang, dan pekerja seks.

Penangkapan pertama terjadi di sebuah rumah kawasan Cunda, hingga menemukan tiga orang, yakni seorang perempuan yang diduga sebagai penyedia tempat berinisial S (35). Di dalam kamar rumah ditemukan sepasang manusia bukan muhrim, yakni pria berinisial M (50) merupakan warga Aceh Selatan dan wanitanya F (28) warga Lhokseumawe.

Sedangkan pada pengungkapan jaringan kedua, polisi mengamankan lima orang, yakni wanita berinisial W (33) asal Aceh Utara, yang diduga sebagai germo, dua pria diduga penghubung berinisial E (33) asal Aceh Utara dan P (41) asal Sumatera Utara. Dua lagi, wanita yang diduga sebagai pekerja seks, berinisial S (21) asal Kota Langsa dan R (24) asal Aceh Timur.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan juga setelah pihaknya berkordinasi dengan Unit PPA Polda Aceh, maka untuk kedua wanita yang diduga sebagai pekerja seks tidak bisa dijadikan tersangka, karena pada saat penangkapan mereka belum melakukan aksinya. “Maka keduanya pun kita serahkan ke Dinsos untuk pembinaan. Keduanya hanya dikenakan wajib lapor ke Polres pada Senin dan Kamis,” ujar AKP Budi.

Ditambahkan, untuk kasus ini, pihaknya sudah memintai keterangan 11 saksi, baik yang menangkap ataupun warga yang ada di lokasi saat terjadi penangkapan.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved