Breaking News:

Sempat Diputus Kontrak, Proyek Mercusuar Jembatan Balaibung di Pulau Banyak Dilanjutkan

Berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Dinas PU Aceh, pembangunan jembatan dengan akronim Balaibung itu akan dilanjutkan tahun ini.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Seorang perempuan mendaki gundukan tanah timbun di jembatan penghubung Pulau Balai-Teluk Nibung, Pulau Banyak, Aceh Singkil, Selasa (20/3/2018). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Pembangunan jembatan penghubung Pulau Balai dengan Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, dilanjutkan tahun ini. Walau sebelumnya pekerjaan proyek mercusuar di Pulau Banyak itu, sempat diputus kontrak.

Kepala Dinas PU Aceh Singkil, Muzni, Kamis (29/3/2018) kepada Serambinews.com mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Dinas PU Aceh, pembangunan jembatan dengan akronim Balaibung itu akan dilanjutkan tahun ini.

"Biasanya kalau ada program akhir tahun tidak selesai dengan alasan berbagai macam, itu tidak ditinggalkan. Saya sudah bicara dengan kadisnya (Kadis PU Aceh) dilanjutkan, karena kalau sudah dimulai harus diakhiri. Sampai tuntas," ujarnya.

(Baca: VIDEO – Beginilah Kondisi Sekarang Proyek Mercusuar di Pulau Banyak)

(Baca: Ini 27 Merek Produk Sarden yang Positif Mengandung Cacing Parasit, Sebagian Masih Mejeng di Swalayan)

(Baca: Ini Penjelasan Resmi BPOM Terkait Penarikan 27 Merk Sarden Makarel yang Mengandung Parasit Cacing)

(Baca: Cacing Pita Sepanjang 10,5 Meter Hidup di Perut Seorang Warga, Diduga Makan Daging Babi Mentah)

Mengenai pekerjaan sebelumnya yang diputus kontrak, Muzni mengatakan tidak tahu persis alasannya sebab proyek tersebut merupakan program provinsi.

Hanya pihak PU Aceh yang mengetahui alasan putus kontrak. "Kegiatan yang lalu putus kontrak. Supaya tidak salah pemahaman putus kontrak ada dua. Diselesaikan kontraknya atau putus kontrak di-blacklist. Mekanisme yang diambil, orang itu (Dinas PU Aceh) yang tahu," kata Muzni.

Nilai anggaran proyek yang diputus kontrak tahun lalu Muzni juga menyatakan tidak tahu persis, diperkirakan Rp 5 miliar sampai Rp 6 miliar. "Kelanjutannya pembangunannya hingga tuntas tahun ini diperkirakan di atas anggaran sisa kontrak yang diputus," jelas Muszni.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved