Tafakur

Ciri Orang Malu Kepada Allah

Ketika terbongkar suatu perbuatan maksiat seperti prostitusi, pihak-pihak yang terlibat tak mau mengakui perbuatannya

Ciri Orang Malu Kepada Allah
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Iman dan rasa malu senantiasa bersama, apabila salah satunya hilang, maka hilanglah yang lainnya” (HR. Hakim & Thabrani).

Ketika terbongkar suatu perbuatan maksiat seperti prostitusi, pihak-pihak yang terlibat tak mau mengakui perbuatannya. Rata-rata orang merasa itu sebagai suatu aib besar, sehingga sangat memalukan bila diketahui orang. Itulah sebabnya ada pihak yang berusaha untuk menghalangi agar tak terbongkar nama-nama pelakunya. Itulah maksiat, yang jangankan orang lain, diri kita sendiri tak mau mengakuinya karena malu.

Meskipun sangat memalukan, tak sedikit di antara kita ingin mengulangi perbuatan itu. Itu berarti telah mengabaikan sifat Allah yang maha melihat. Soalnya, pelaku hanya ingin bersembunyi dari pandangan manusia, tetapi mengabaikan Allah. Dengan kata lain, pelaku hanya malu kepada manusia, tetapi tidak malu kepada Allah.

Menurut Rasulullah SAW, malu kepada Allah bisa membawa kita kepada kebaikan. Ciri-ciri orang yang benar-benar malu kepada Allah adalah berusaha untuk menjaga kepalanya dan yang berada di sekitar kepala. Di samping itu juga menjaga perut dan apa saja yang masuk ke perut. Juga menjaga kemaluan, dua tangan, dan dua kaki. Mengingat mati dan azab kubur juga termasuk ciri orang yang malu kepada Allah. Ciri lain adalah menginginkan kehidupan akhirat. Walaupun menikmati dunia, orang yang malu kepada Allah akan lebih mementingkan akhirat dari pada dunia.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved