Empat Produk Makarel Ditarik dari Pasaran

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh melakukan sidak ke sejumlah swalayan dan distributor di Banda Aceh

Empat Produk Makarel  Ditarik dari Pasaran
Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menunjukkan sejumlah produk kemasan ikan makarel berbagai merk yang diteliti di Laboratorium BBPOM Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/3). Dari hasil pengujian, 27 produk kemasan ikan makarel berbagai merek positif mengandung parasit cacing. ANTARA /Didik Suhartono 

BANDA ACEH - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh melakukan sidak ke sejumlah swalayan dan distributor di Banda Aceh dan sekitarnya untuk menindaklanjuti temuan cacing pada produk ikan kaleng, Kamis (29/3). Berdasarkan pemantauan BBPOM dari 27 merek yang positif mengandung parasit cacing, hanya empat merek makarel yang beredar di Banda Aceh, yaitu ABC, Gaga, Botan, dan Ayam Brand sehingga ditarik distributor dari pasaran.

“Empat merek itu termasuk dari 27 merek yang positif mengandung cacing dengan nomor bets tertentu. Jadi yang ditarik hanya nomor bets yang tertera dalam tabel surat kita. Namun dari produsennya yang memerintahkan ke distributor asal dengan merek makarel ditarik semuanya. Jadi diluar nomor bets juga ditarik,” jelas Kepala BBPOM Banda Aceh, Zulkifli, kepada Serambi usai sidak tersebut.

Dikatakan, empat merek makarel yang ditarik dari pasaran itu dua distributornya ABC dan Gaga ada di Aceh. Sedangkan dua lagi Botan dan Ayam Brand dari Medan.

Sebelumnya dalam sidak yang dilakukan pada sebuah swalayan di kawasan Seutui, Banda Aceh, ditemukan Botan 282 kaleng, Ayam Brand 35 kaleng, dan ABC 92 kaleng dengan nomor bets yang berbeda. “Meskipun nomor bets berbeda, kebijakan produsennya produk tersebut ditarik dari swalayan,” ujarnya.

Sementara pada distributor produk makarel yang berada di kawasan Aceh Besar, BBPOM menemukan sebanyak 1.920 kaleng makarel ABC yang sudah dipisahkan. Dikatakan Zulkifli, pihak distributor sudah mendapatkan surat dari produsen untuk tidak mendistribusikan produk ABC makarel meskipun bets berbeda.

“Jadi semua produk makarel ABC untuk tidak didistribusikan, dan distributor diminta menarik yang ada di toko dan swalayan. Jadi yang kita temukan di distributor tidak kita sita, karena kita hanya memantau penarikan produk dari distributor,” katanya.

Pemantauan Diilanjutkan
Kepala BBPOM Banda Aceh, Zulkifli, menyampaikan. pihaknya akan tetap melanjutkan pemantauan di lapangan terhadap penarikan produk makarel dari pasaran. “Merek itu kan banyak sekali beredarnya. Disini masyarakat harus tahu yang ditarik adalah produk makarel bukan sarden. Nanti masyarakat di swalayan melihat merk itu kenapa tidak ditarik, padahal itu produk sarden bukan makarel,” demikian Zulkifli.(una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved