BBTNGL Diminta Berkantor di Aceh

Tokoh dari beragam profesi dari Aceh Tenggara meminta pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser

BBTNGL Diminta Berkantor di Aceh
Mongabay Indonesia / Junaidi Hanafiah
Taman Nasional Gunung Leuser yang telah berubah menjadi kebun jagung di Kabupaten Aceh Tenggara. 

KUTACANE - Tokoh dari beragam profesi dari Aceh Tenggara meminta pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) segera berkantor di Aceh. Permintaan itu disampaikan saat diskusi Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten (RPJMK) Aceh Tenggara 2017-2022 di Balai Bappeda kabupaten setempat, Kamis (29/3) lalu. Adapun para tokoh Aceh yang menyampaikan hal tersebut, yakni anggota Komisi IV DPR RI, M Salim Fakhri SE MM, anggota DPRA, Syech Ahmadin, Buhari Selian, Yahdi Hasan, pihak Bappeda Aceh, Alamsyah, mantan Bupati Agara Syahbudin BP, tokoh adat, Nawawi Mamas, dan Yusriman. Harapan itu juga disampaikan oleh tim RPJM Aceh Dr Weri Syukri Abdullah dan Dr Nasrulzaman. Pernyataan itu dikemukakan dalam sesi diskusi di kantor Bappeda setempat.

Anggota DPR RI M Salim Fakhri SE saat ditanyai kembali Serambi, kemarin, mengatakan, pihaknya akan segera menghubungi Menteri Kehutanan RI untuk meminta kantor BBTNGL segera berkantor di Aceh. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Agara untuk menyurati pihak Kementerian Kehutanan dan BBTNGL.

Sebelumnya, kata Salim Fakhri, saat dirinya berkomunikasi dengan Menteri Kehutanan, sang menteri berjanji BBTNGL sebelum Desember 2017 sudah berpindah dan berkantor di Aceh. Tetapi, sampai 1 April 2018, belum juga direalisasikan. Menurut dia, sangat besar keuntungan bagi daerah Bumi Sepakat Segenap kalau BBTNGL berkantor di Aceh. “Jika berkantor di Aceh Tenggara, program-program BBTNGL dapat langsung dirasakan masyarakat dan peluang kerja bisa diisi oleh putra daerah yang memiliki kemampuan,” kata Salim Fakhri .

Salim Fakhri juga dalam kesempatan itu mendesak agar perwakilan Bappeda Aceh dapat menyampaikan ke Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf bahwa BTNGL ini telah melanggar kesepakatan dengan Pemerintah Aceh.

Sementara itu, Pembina LSM Satyapila Aceh Tenggara yang juga Mantan Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Nasrulzaman, kepada Serambi, Minggu (1/4) mengatakan, BBTNGL lebih tepatnya berkantor di Agara. Ini akan memudahkan bagi kabupaten/kota di Aceh untuk berkoordinasi seperti Kota Subulussalam, Singkil, Aceh Selatan, dan kabupaten lainnya. Dikatakan, Agara letaknya sangat strategis dan cocok bagi masyarakat wilayah Tengah-Tenggara Aceh maupun Pantai Barat Selatan Aceh untuk rapat maupun kunjungan kerja. “Kalau kantor BBTNGL di Agara, maka sangat besar peluang bagi rakyat khususnya pedagang, karena ada perputaran uang, sehingga bisa menyejahterakan masyarakat, lantaran munculnya peluang lapangan kerja. Selain itu, Agara juga memiliki obyek wisata Ketambe yang berpotensi dapat menambah PAD dari sektor pariwisata, khususnya turis dari mancanegara dan lokal untuk melihat kawasan TNGL di Agara, khususnya di Ketambe,” tandasnya.

Sekretaris Bappeda Agara Amiril yang dihubungi Serambi Minggu (1/4), mengatakan, Pemkab Agara telah berkoordinasi dengan pihak BBTNGL. Kemungkinan pada l 9 April 2018 mendatang digelar pertemuan di Opprom Setdakab untuk membicarakan perpindahan BBTNGL tersebut. Menurut dia, luas kawasan TNGL mencapai 2.242 km2 atau hampir 80 persen wilayah TNGL dan hutan lindung. “Dengan lahan seluas ini BBTNGL sudah selayaknya berkantor di Agara,” katanya.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved