Kedai Tuak di Agara tak Pernah Tutup Selama Ramadhan, Begini Reaksi Ormas Islam

"Tidak pernah selama ini ada kedai miras yang tutup. Jadi, dengan kepemimpinan Bupati/Wabup Agara Raidin-Bukhari ini,

Kedai Tuak di Agara tak Pernah Tutup Selama Ramadhan, Begini Reaksi Ormas Islam
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Personel Patroli Sepeda Motor Polres Aceh Singkil, Jumat (28/11/2016) menggerebek lapak tuak di Sikontang, Simpang Kanan, Aceh Singkil. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Memasuki bulan suci Ramadhan, ormas Islam di Aceh Tenggara serta para tokoh agama meminta kepada aparat kepolisian Agara dan Satpol PP segera menutup kedai penjual minuman keras (Miras) tuak dan sejenisnya karena melanggar Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014, tentang hukum jinayat.

Ormas Islam itu meliputi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Tenggara, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutacane, Pimpinan Pesantren Tarbiyah Auladil Muslimin Aceh Tenggara, Ustad M Hatta Bulkaini Skd, dan ormas Islam lainnya.

Baca: Saat Jam Belajar, Empat Pelajar di Gayo Lues Ini Asik Minum Tuak

Ketua BKPRMI Agara, Sukarman, kepada Serambinews.com, Senin (2/4/2018) mengatakan, kedai tuak semakin marak di Agara dan terkesan adanya pembiaran.

Buktinya, kedai tuak yang jelas-jelas bertentangan dengan Qanun Aceh, tetapi sesuka hati diperjualbelikan.

"Kita juga memberikan apresiasi terhadap Polres Gayo Lues yang begitu semangat dan gencar menangkap para peminum tuak maupun penjual minuman khamar jenis tuak dan lainnya," kata Sukarman.

Baca: Tiga Karung Tuak Disita di Blangkejeren, Pemilik Ikut Diamankan ke Kantor Polisi

Hal senada diutarakan, Pimpinan Pesantren Tarbiyah Auladil Muslimin Aceh Tenggara, Ustaz M Hatta Bulkaini Skd.

Pihaknya juga meminta agar perjudian togel dan perjudian lainnya, serta maksiat ditutup di Agara, apalagi pada bulan Mei 2018 akan memasuki bulan suci Ramadhan.

"Tidak pernah selama ini ada kedai miras yang tutup. Jadi, dengan kepemimpinan Bupati/Wabup Agara Raidin-Bukhari ini kita harapkan dapat ditegakkannya Syariat Islam secara kaffah," katanya.

Sementara itu, Waka Polres Aceh Tenggara, Kompol M Zainuddin, mengatakan, kalau ada permintaan dari Pemerintah Daerah atau Satpol-PP, akan tindak lanjuti atau backup.

Baca: Warung Penjual Tuak Digerebek, Pemiliknya Pernah Dicambuk karena Kasus yang Sama

"Kita siap membantu pemerintah daerah dalam menegakkan qanun Syariat Islam. Banyakk kasus kriminalitas yang selama ini terjadi diawali dari akibat minuman miras tuak dan jenis miras lainnya," katanya.

Kasatpol PP Aceh Tenggara, Zul Fahmi SSos, mengatakan, mereka siap kapanpun memberantas maksiat di bumi sepakat segenap dan untuk turun ke lapangan dengan stafnya pihaknya akan melaporkan kepada pimpinannya. (*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved