Penyair Meulaboh Tulis Puisi, Serukan Sukmawati Bertobat

Mustiar Ar merasa jengah dengan puisi putri Proklamator, Sukmawati Soekarnoputri dan menyerukan segera bertobat

Penyair Meulaboh Tulis Puisi, Serukan Sukmawati Bertobat
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Penyair Mustiar Ar (kanan) bersama penyair Isnu Kembara di Meulaboh 

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Penyair Meulaboh, Aceh Barat, Mustiar Ar merasa jengah dengan puisi putri Proklamator, Sukmawati Soekarnoputri dan menyerukan segera bertobat.

Mustiar juga menyampaikan agar Sukmawati segera bersujud, agar tak mati sia-sia.

Baca: Kontroversi Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang Tuai Kecaman, Berikut Video dan Isi Lengkapnya

Penyair produktif, Mustiar Ar menuliskan sikap dan pandangannya itu dalam bentuk puisi yang dia beri judul "Kepada Ibu Indonesia Sukmawati."

Di akhir puisinya, Mustiar bahkan tanpa tedeng aling-aling menegaskan bahwa, invasi penjajah lari terbirit-birit bukan karena "tusuk konde rambut ubananmu."

Baca: Puisinya Dianggap Bikin Gaduh dan Melanggar UU ITE, IKAMI Minta Polisi Tindak Sukmawati Sukarnoputri

Berikut isi lengkap puisi Mustiar Ar yang dipublis di ruang sosial.

KEPADA IBU INDONESIA SUKMAWATI

Sudahi cerita itu
Jiwamu telah renta kini
Kupingmu tak elok lagi mendengar
Suara Azan suara panggilan Illahi
Bersegeralah sujud agar Ibu tak mati
Sia sia

Ibu
Alam Indonesia itu indah
Seindah cadar yang membungkus jiwanya
_menyejukkan hati anak bangsa

Ibu
Invasi penjajah lari terbirit
Bukan kerana sari kondemu
Tapi kerana suara Azan Maha Suci
Allah Akbar...,Allahu Akbar...
Gelorakan api juang di dada anak bangsa
Bukan karena tusuk konde rambut ubananmu itu
Bukan,bukan bu..?

Ibu
Bersegeralah bertaubat
Sebelum ibu di laknat

Aceh,03.04.2018

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved