Sextoys, Wak Doyok, Hingga Pohon Kurma Dimusnahkan Oleh Bea Cukai

Barang-barang itu dimusnahkan dengan cara dibakar, kemudian dikubur dalam liang sedalam tiga meter

Sextoys, Wak Doyok, Hingga Pohon Kurma Dimusnahkan Oleh Bea Cukai
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh memusnahkan beragam jenis barang ilegal dan selundupan di lahan pemusnahan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh, Kuta Malaka, Aceh Besar, Selasa (3/4/2018) sore 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh memusnahkan beragam jenis barang ilegal dan selundupan di lahan pemusnahan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh, Kuta Malaka, Aceh Besar, Selasa (3/4/2018) sore.

Barang-barang itu dimusnahkan dengan cara dibakar, kemudian dikubur dalam liang sedalam tiga meter.

Tak hanya itu, barang siataan berupa ayam disuntik mati oleh tim Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh, lalu dibakar dan dikubur.

Baca: Bea Cukai Lelang 59 Mobil Mewah, Ini Tipe dan Jenisnya

Sejumlah barang yang tampak dimusnahkan berupa, Sextoys, Wak Doyok, kosmetik, obat-obatan, airsiftgun hingga pohon kurma.

Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Agus Yulianto mengatakan, barang yang dimusnahkan itu merupakan barang yang dimasukkan secara ilegal ke Aceh.

Barang itu merupakan sitaan Kanwil Bea Cukai Aceh Dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Banda Aceh dalam kurun waktu 2017 hingga 2018.

Baca: Bea Cukai Aceh Sita 1,5 Juta Batang Rokok Ilegal dari Sabang

Ia menambahkan, barang barang itu ada yang disita saat diselundupkan dengan kapal melalui jalur laut.

Ada juga sebagian barang yang disita saat dimasukkan melalui bandara atau dikirim lewat PT Pos Indonesia, karena melanggar aturan.

“Peredaran barang impor ilegal maupun barang yang kena cukai secara ilegal dapat merugikan negara dalam sektor perpajakan,” ujar Agus Yulianto. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved