SKPK dan Polisi Tinjau Kompleks Perumahan Tsunami Diserang Lalat

Sehingga warga yang telah menetap di kompleks itu sejak tahun 2010, kini tidak nyaman lagi tinggal.

SKPK dan Polisi Tinjau Kompleks Perumahan Tsunami Diserang Lalat
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
SKPK Pidie bersama polisi meninjau kandang ayam potong di dekat kompleks perumahan tsunami di Desa Teubeng Aboe, Pidie, Rabu (4/4/2018). 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEW.COM, SIGLI - Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Pidie bersama polisi, Rabu (4/4/2018), meninjau kompleks perumahan tsunami di Desa Teubeng Aboe, Kecamatan Pidie diserang lalat.

Sehingga warga yang telah menetap di kompleks itu sejak tahun 2010, kini tidak nyaman lagi tinggal.

SKPK yang meninjau kompleks itu adalah Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pidie, Ir Ainal Mardiah.

Baca: Sudah Satu Bulan, Warga Meureudu Keluhkan Wabah Lalat, Diduga Berasal Dari Ini

Lalu, Kepala Lingkungan Hidup Pidie, Muslim serta Kepala Satpol-pp dan WH Pidie, Iskandar.

Turut ikut, Kapolsek Pidie, Ipda Junaidi SHI dan sejumlah personel satpol-pp dalan rombongan tersebut.

Rahmawati seorang warga kompleks perumahan tsunami kepada Serambinews.com, Rabu (4/4/2018) mengatakan, warga sudah tujuh tahun diserang wabah lalat akibat kandang peliharaan ayam potong.

Menurutnya, untuk mengusir lalat, maka kandang peliharaan ayam potong harus dibongkar. Kandang ayam seharusnya jauh dari perkampungan warga, tapi sekarang dekat dengan rumah warga.

Baca: Warga 3 Desa Keluhkan Gangguan Lalat

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pidie, Ainal Mardiah, kepada Serambinews.com, Rabu (4/4/2018) menjelaskan, hasil tinjauan terhadap kandang ayam potong yang dikeluhkan warga akan dilaporkan kepada Sekda.

"Kalau sekarang kita belum bisa mengambilkan tindakan. Kami akan duduk kembali untuk membahas masalah lalat tersebut," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved