Polisi Masih Lengkapi Berkas Kasus Pembunuhan Asun

Penyidik Polresta Banda Aceh hingga kini masih melengkapi berkas kasus pembunuhan tragis Tjie Sun alias Asun (48)

Polisi Masih Lengkapi Berkas Kasus Pembunuhan Asun
PENYIDIK Satreskrim Polresta Banda Acehmenggelar pra rekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga Tionghoa di Gampong Mulia, Banda Aceh, Kamis (25/1). 

BANDA ACEH - Penyidik Polresta Banda Aceh hingga kini masih melengkapi berkas kasus pembunuhan tragis Tjie Sun alias Asun (48) bersama istrinya, Minarti (39), dan putra mereka, Calliestos NG (8), yang dilakukan oleh tersangka Ridwan (22) di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (8/1) lalu.

Kapolresta Banda Aceh, AKPB Trisno Riyanto dalam konferensi pers kemarin menyatakan, pihaknya sudah melimpahkan berkas perkara kasus pembunuhan Asun ke Kejari Banda Aceh beberapa waktu lalu. Namun, karena masih ada kekurangan maka dikembalikan lagi ke penyidik untuk dilengkapi (P19).

“Kita sudah serahkan tahap pertama ke JPU, cuma kemarin ada kekurangan sedikit jadi harus dilengkapi. Karena ini tuntutannya hukuman mati, jadi perlu kehatian-hatian,” kata Trisno seusai menerima rombongan Komisi VII DPRA yang menjenguk tersangka prostitusi online.

Menurut Kapolresta, penyidik butuh kehati-hatian dalam menyusun berita acara tersangka pembunuhan sebab diancam dengan hukuman mati. “Tersangka dikenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 340 dan Pasal 339 KUHP terkait pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati,” sebutnya.

Trisno berjanji dalam waktu yang tidak lama pihaknya akan melengkapi semua dokumen yang masih kurang untuk dilimpahkan kembali ke jaksa. “Kami belum tahu persis (dokumen yang kurang), tapi tinggal sedikit saja, dalam waktu dekat sudah diserahkan kembali ke jaksa,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Kota Banda Aceh digegerkan oleh penemuan mayat Asun (48) bersama istrinya, Minarti (39) dan putra mereka, Calliestos NG (8) dalam rumah toko (ruko) di Dusun Pocut Meurah Inseun, Gampong Mulia, Senin (8/1) malam.

Diketahui, korban sekeluarga dihabisi oleh Ridwan (22), warga Dusun Kulam Beude, Desa Paya Seumantok, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya pada Jumat (5/1) sore. Pelaku mengaku sakit hati kepada korban lantaran sering dimarahi dan dicaci maki.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved