Puisi Sukma Bikin Gaduh

Pihak Mejlis Ulama Indonesia (MUI) menyerahkan kepada kepolisian terkait kasus dugaan penistaan agama lewat puisi

Puisi Sukma Bikin Gaduh
kolase
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Sukmawati Soekarnoputri 

Pihak Mejlis Ulama Indonesia (MUI) menyerahkan kepada kepolisian terkait kasus dugaan penistaan agama lewat puisi yang ditulis dan dibaca Sukmawati Soekarnoputri. “Kami serahkan ke penegak hukum secara sungguh-sungguh karena penistaan agama derajat keresahannya sangat tinggi di masyarakat, pasalnya sangat berat,” kata Anton Tabah Digdoyo, Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat.

Tanpa MUI melaporkan kasus Sukma, unsur masyarakat di berbagai penjuru tanah air, termasuk di Aceh, telah membawa kasus puisi putri dari Presiden pertama RI Soekarno tersebut ke kepolisian. “MUI hanya mengakomodasi. Kalau umat sudah melaporkan maka MUI tidak, kalau umat tidak ya MUI bisa lapor. Tapi alhamdulillah umat selalu respons dengan cepat,” kata Anton.

MUI berpendapat, soal cadar dan adzan, adalah unsur yang lekat dengan Islam yang seharusnya tidak dibawa serta dalam puitisasi itu. Terlepas Sukma mengetahui dasar hukum penistaan agama atau tidak, adik dari Megawati itu dapat dijerat hukum. “Penodaan agama karena menghina azan dan cadar itu saya pikir unsurnya jelas. Hukum tidak memandang ketidaktahuan dia. Saya tidak yakin kalau dia tidak tahu syariat. Karena hidup di Indonesia banyak info, apalagi di keluarga, beliau punya ustaz,” ujar MUI.

Puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul “Ibu Indonesia” yang dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta, 29 Maret 2018, memang memantik beragam sikap lembaga, komunitas, perorangan, dan partai politik dalam beberapa hari terakhir dan sampai kemarin.

Ada yang membela, meminta pertanggungjawaban, dan ada yang melaporkan Sukma ke kepolisian lantaran puisi tentang syariat Islam, cadar, dan suara azan itu. Sukma sendiri sudah memberi klarifikasi dengan menyatakan bahwa puisinya itu tidak bermaksud menghina apapun. Ia juga sudah bersungguh-sungguh minta maaf sambil menetes air mata.

Tapi, klarifikasi Sukma sambil minta maaf itu ternyata tak meredakan amarah masyarakat yang merasa ternistakan. Ada yang mengatakan, puisi yang dibacakan Sukmawati tidak menghormati agama Islam. Ya, memang tidak tepat memuji kebudayaan Indonesia sambil merendahkan hijab, cadar, dan suara azan. Makanya, otoritas penegak hukum diminta memproses hukum Sukmawati agar tidak menimbulkan gejolak masyarakat. Tidak tepat memuji kebudayaan Indonesia sambil merendahkan hijab, cadar, dan suara azan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved