Breaking News
Kamis, 30 April 2026

Ini Cumi-cumi Raksasa yang Ditangkap Nelayan, Panjangnya Saja 2,5 Meter

"Dia kesulitan membawa cumi-cumi itu karena sangat berat. Uniknya, cumi-cumi ini begitu bersih, putih, dan cerah,"

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
Seekor cumi-cumi raksasa ditangkap di Filipina akhir pekan lalu.(Viral Press/Mirror) 

SERAMBINEWS.COM - Seorang nelayan di sebuah desa di Pulau Tawi-tawi, Filipina membuat gempar penduduk desa setelah menangkap seekor cumi-cumi sepanjang 2,5 meter.

Saat hewan raksasa tersebut ditarik ke darat pada Jumat (6/4/2018), warga desa berkerumun penuh kekaguman.

"Saya kenal dengan nelayan yang menangkap cumi-cumi raksasa ini," kata Harold Eduardo Curtis, seorang nelayan di Pulau Tawi-tawi.

Baca: Bola Mata Misterius Itu Milik Cumi-cumi Raksasa

"Dia kesulitan membawa cumi-cumi itu karena sangat berat. Uniknya, cumi-cumi ini begitu bersih, putih, dan cerah," tambah Harold.

Harold menambahkan, cumi-cumi raksasa itu amat sehat dan dia yakin rasanya akan amat lezat saat dimasak.

"Ini adalah cumi-cumi terbesar yang pernah ditangkap di sekitar pulau ini," tambah dia.

"Nampaknya hewan ini berasal dari sebuah kelompok cumi-cumi raksasa sehingga mungkin yang berukuran sama atau lebih besar masih banyak di lautan," kata Harold.

Baca: Nelayan Ini Temukan 200 Kg Muntahan Ikan Paus, Wow Harganya Mahal dan Bisa Kaya Mendadak

Raksasa di Laut Ross Antartika

Sebelumnya cumi-cumi raksasa juga pernah ditemukan di Selandia Baru.

Setelah menunggu selama delapan bulan, para ilmuwan Selandia Baru akhirnya bisa meneliti seekor cumi-cumi raksasa seberat 350 kilogram yang selama ini dibekukan.

Sebuah forklift digunakan untuk mengangkat hewan raksasa yang digambarkan berukuran sebesar sebuah minibus itu ke dalam sebuah tangki.

Baca: VIDEO: Melihat Proses Penguburan Ikan Raksasa, Pekerja Harus Gunakan Alat Berat

Para ilmuwan yakin cumi-cumi seberat lebih dari tiga kuintal itu adalah hewan tak bertulang belakang terberat yang pernah ditemukan di dunia.

Cumi-cumi raksasa seperti ini jarang terlihat pada siang hari atau dalam keadaan hidup.

Mereka bahkan kerap dibayangkan sebagai hewan-hewan mitos laut dalam ketimbang sebagai makhluk nyata.

Penglihatan kuno terhadap hewan-hewan ini kemudian menciptakan kisah tentang kraken, seekor cumi-cumi raksasa.

Kat Bolstad, pakar cumi-cumi dari Universitas Teknologi Auckland, yang memimpin tim peneliti ini, menggambarkan hewan ini sebagai mahkluk yang sangat besar dan cantik.

Baca: Fosil Ini Menunjukkan Singa Raksasa Pernah Ada

Tim pimpinan Bolstad meneliti hewan langka itu di Museum Te Papa Tongarewa di Wellington, Selandia Baru.

"Ini adalah spesimen yang utuh dan ini adalah kesempatan langka bagi kami untuk melakukan penelitian. Ini adalah kesempatan yang spektakuler," ujar Bolstad.

Dalam penelitian itu, dibutuhkan lima orang untuk mengangkat salah satu sirip cumi-cumi raksasa itu.

Penelitian ini disiarkan secara online dan sekitar 140.000 orang dari 180 negara menyaksikan penelitian itu.

Baca: Viral Foto Ular King Cobra Raksasa di Medsos, Ternyata Bukan Peliharaan, Begini Faktanya

Bolstad mengatakan, dia dan timnya berusaha mencari jawaban dari banyak pertanyaan terkait hewan langka ini.

Misalnya, bagaimana hewan ini hidup dan mati serta di mana posisi hewan ini dalam rantai makanan.

Namun, dalam melakukan penelitian, Bolstad mengatakan tidak akan membedah hewan itu karena belum memastikan rencana museum terhadap cumi-cumi raksasa itu.

"Hewan ini kemungkinan bisa menjadi koleksi museum dan dipamerkan. Kami tidak akan melakukan apa pun yang bisa merusak tujuan itu," tambah Bolstad.

Baca: Daftar Berita Populer: Ular Piton Raksasa Sedang Kawin Dibunuh Hingga Bayi 13 Bulan Diperkosa

Cumi-cumi raksasa itu ditangkap Kapten John Bennett dan anak buahnya pada awal tahun ini di Laut Ross Antartika.

Bennett yang sudah mengarungi Antartika selama 15 tahun sedang mencari ikan gigi saat itu justru menangkap hewan langka ini.

Bahkan Bennett juga pernah menangkap seekor cumi-cumi raksasa tujuh tahun lalu dan hewan itu masih dipamerkan di Museum Te Papa Wellington, Selandia Baru.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved