Atraksi Melaut Warnai Khanduri Laot Festival

Sejumlah atraksi adat melaut para nelayan pesisir Aceh akan ditampilkan dalam Khanduri Laot Festival 2018

Atraksi Melaut Warnai Khanduri Laot Festival
SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI

SABANG - Sejumlah atraksi adat melaut para nelayan pesisir Aceh akan ditampilkan dalam Khanduri Laot Festival 2018 yang akan berlangsung di Pantai Pasiran, Kota Sabang, 27 April-1 Mei 2018. Festival yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu akan menjadi agenda rutin Kota Sabang dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sabang, Ali Taufik melalui Kabid Kebudayaan, Ramlan Yahya mengatakan, dalam festival itu yang akan menjadi acara puncak adalah atraksi para nelayan lokal Sabang menampilkan atraksi mereka memancing dan menarik pukat.

“Jadi atraksi yang akan ditampilkan dalam festival itu merupakan gambaran tradisi sehari-hari para nelayan Aceh selama melaut, nanti juga akan ditampilkan boat-boat kecil yang akan menggaet boat besar,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam kegiatan itu ingin diperlihatkan kehidupan sehari-hari para nelayan di laut, jadi ada yang mencari ikan dengan menjaring, menombak, hingga memancing ikan. Nanti pihak Disparbud Sabang juga akan melibatkan sekitar 20-an nelayan setempat.

Selain itu, juga akan digelar khanduri laut di pinggir pantai. Karena selama ini, khanduri laut di kalangan nelayan merupakan hal yang lazim sebagai wujud syukur atas rezeki yang dilimpahkan Allah Swt.

Beberapa agenda kegiatan dalam festival itu adalah atraksi adat melaut, festival kuliner khas Aceh, pentas pesona budaya tradisi pesisir, khanduri untuk aulia keramat 44 dan anak yatim, dialog panglima laot, dan pameran produk kreatifitas daerah pesisir.

Ke depan, Khanduri Laot Festival rencananya akan dijadikan kalender tetap Pemko Sabang. Nanti lokasinya akan berpindah-pindah ke sejumlah kampung nelayan seperti Ie Meulee, Balohan, dan Pria Laot. Sehingga wisatawan yang datang akan benar-benar merasakan suasana perkampungan nelayan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Sabang, Ramlan Yahya, menambahkan, dalam Khanduri Laot Festival juga akan menggelar pertemuan para panglima laot se-Aceh. Mereka akan membahas dan mencari solusi terkait kendala-kendala yang dialami nelayan Aceh saat ini.

“Kami sudah surati semua panglima laot yang ada di Aceh, nanti mereka akan berdialog dan menghasilkan sebuah komitmen bersama,” ujarnya.

Ia mengatakan, Aceh dan khususnya Sabang merupakan wilayah yang dikelilingi laut, maka dalam pertemuan itu didorong supaya panglima laot dapat menghasilkan kesepakatan perlindungan biota dan ekosistem laut. Hasil pertemuan itu juga akan dipaparkan kepada masyarakat saat malam penutupan.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved