Pesawat Wings Air Mendarat Darurat di Bandara Rembele

Pesawat Wings Air yang terbang dari Bandara Kuala Namu, Sumatra Utara (Sumut) mendarat darurat di Bandara Rembele

Pesawat Wings Air Mendarat Darurat di Bandara Rembele - pesawat-wings-air-jenis-atr-72-500-y_20180413_101052.jpg
PESAWAT Wings Air jenis ATR 72-500 yang mendarat darurat di Bandara Rembele, Bener Meriah, Kamis (12/4).
Pesawat Wings Air Mendarat Darurat di Bandara Rembele - seorang-penumpang-yang-melompat-dari-pintu_20180413_101023.jpg
SEORANG penumpang yang melompat dari pintu darurat pesawat masuk ke ruang kedatangan Bandara Rembele menggunakan kursi roda.
Pesawat Wings Air Mendarat Darurat di Bandara Rembele - petugas-pemadam-kebakaran-siaga_20180413_100809.jpg
PETUGAS pemadam kebakaran siaga di dekat pesawat Wings Air yang mendarat darurat di Bandara Rembele.

REDELONG - Pesawat Wings Air yang terbang dari Bandara Kuala Namu, Sumatra Utara (Sumut) mendarat darurat di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (12/4), karena satu dari dua mesinnya mengalami gangguan.

Saat dilakukan evakuasi, penumpang panik. Bahkan ketika pintu emergensi dibuka, beberapa orang spontan melompat dan mengalami luka lecet serta terkilir. Ketiganya kemudian harus diberikan pertolongan medis.

Humas Bandara Rembele, Iwan Mulia, kepada Serambi mengatakan, pesawat Wing Air tipe ATR 72-500, PK-WFG dengan nomor penerbangan IW1410 itu sekira pukul 09.00 WIB, mengalami trouble pada komponen pesawat, sehingga pilot berinisiatif melakukan landing, sehingga harus mendarat di jalur runway, dan kemudian penumpang dievakuasi.

“Pilot landing sudah sesuai dengan prosedur dan mendarat dengan normal. Hanya saja, harus dilakukan pendaratan secepatnya karena ada indikator peringatan dari pesawat. Jadi, pendaratan darurat itu dilakukan demi keutamanan keselamatan penumpang,” katanya.

Saat pesawat berhasil mendarat dengan normal, sebut Iwan, pilot pesawat yakni Jorge Amando Pinot, memerintahkan penumpang untuk dievakuasi, tujuannya untuk meminimalisir kemungkinan-kemunkinan yang bisa membuat keselamatan penumpang terganggu.

“Kami ingin mengklarifikasi bahwa tidak ada mesin pesawat yang mati, yang benarnya setelah pesawat landing dengan normal dan berhenti, barulah pilot mematikan mesin pesawat, karena ada indikator peringatan pada pesawat, sehingga mesin harus dimatikan,” ungkapnya menepis anggapan bahwa salah satu mesin pesawat mati saat berada di udara.

Lebih lanjut ia jelaskan, untuk penyebab teknis pesawat mengalami masalah tersebut, pihaknya belum bisa memberikan pernyataan. Dikatakan harus dibutuhkan penelitian mendalam, sehingga tidak menimbulkan spekulasi.

“Mengenai penyebabnya, ini tidak dapat kami sampaikan sekarang, karena butuh penelitian mendalam, agar tidak timbul spekulasi. Dan di bandara Rembele sendiri tidak punya enginer, nanti dari pihak maskapai akan mendatangkan enginer, barulah setelah selesai kami akan sampaikan penyebabnya,” tukas Iwan.

Disebutkan, seluruh penumpang yang berada di pesawat Wings Air berjumlah, 78 orang, termasuk pilot, enginer, pramugari dan penumpang. Dengan rincian penumpang 69 dewasa, 1 anak-anak, 3 bayi, dengan jumlah penumpang sebanyak 73 orang.

Di lain sisi ia jelaskan, akibat kejadian tersebut, untuk keberangkan baik dari Kuala Namu menuju Rembele atau sebaliknya ditunda hingga besok. Dimana dijelaskan, pihak maskapai akan mendatangkan pesawat baru untuk memberangkatkan penumpang.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved