Prokontra Pergub Cambuk

Aktivis Mahasiswa 98 Wacanakan Bangun Tempat Khusus untuk Uqubat Cambuk

Pelaksanaan hukuman cambuk di luar area masjid juga akan menjauhkan citra masjid sebagai tempat menghukum orang-orang jahat.

Aktivis Mahasiswa 98 Wacanakan Bangun Tempat Khusus untuk Uqubat Cambuk
SEORANG terpidana dicambuk di halaman Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Selasa (20/2). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Politisi dan Aktivis Mahasiswa dan Pemuda 98, Zukhri Mauluddinsyah Adan, menyarankan kepada Pemerintah Aceh untuk membangun tempat khusus untuk melaksanakan uqubat cambut.

Menurutnya, tempat khusus ini bisa berbentuk stadion atau hall yang bisa menampung masyarakat yang ingin menyaksikan pelaksanaan hukuman cambuk.

Dengan demikian, masyarakat umum tetap bisa menyaksikan pelaksanaan hukuman cambuk, tapi tidak lagi mengikutsertakan anak-anak.

(Baca: Anggota DPRA Ini Setuju Gubernur Aceh Alihkan Uqubat Cambuk dari Masjid ke LP, Ini 3 Alasannya)

(Baca: Tolak Pergub Cambuk di LP, Ormas Islam Rencanakan Gelar Aksi di Banda Aceh, Ini Jadwalnya)

Pelaksanaan hukuman cambuk di luar area masjid juga akan menjauhkan citra masjid sebagai tempat menghukum orang-orang jahat.

“Intinya saya melihat kebijakan Gubernur Irwandi Yusuf dengan memindahkan tempat uqubat ke lapas itu sangat bijaksana dari sudut pandang manapun. Tentunya keluar pergub itu tentu sudah melalui proses yang benar,” kata Zuhri Maulidinsyah kepada Serambinews.com, Sabtu (14/4/2018).

“Ke lapas jangan langsung dipahami dalam penjara, bisa saja itu di halaman penjara. Yang jelas jangan lagi di halaman masjid,” lanjut dia.  

Menurutnya, selama ini pelaksanaan uqubat cambuk tidak mendidik karena disaksikan oleh anak anak yang semestinya tidak menyaksikan hukuman begitu.

(Baca: Pergub Cambuk di LP Sudah Dibahas dengan Banyak Pihak, Ini Penjelasan Kadis Syariat Islam Aceh)

(Baca: Pemindahan Eksekusi Hukuman Cambuk dari Masjid ke LP Harusnya Melalui Uji Publik)

Zuhri pun mengimbau semua pihak tidak gegabah dalam menanggapi pergub ini.

“Saya sangat khawatir isu cambuk itu menjadi fitnah yang keji dengan segala kepentingan politik untuk saling serang dan berebut pengaruh. Karena itu saya ingin mengajak segala keprihatinan tentang isu cambuk itu jangan terlalu tergopoh dan bek latah kita tanggapi,” kata dia.

“Saya sangat ingin kita di Aceh dapat sinergis antara ulama dan umara, juga setiap komponen. Janganlah terlalu sering para petinggi saling mengintai kelemahan dan melemahkan, beucaroeng tanyoe Aceh,” tambah mantan anggota DPRK Pidie ini.(*)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved