Breaking News:

Rusia Klaim 71 Rudal AS Dirontokkan Militer Suriah, Ini Senjata Era Soviet Penghadang Rudal Sekutu

Rudal-rudal itu diluncurkan dari dua kapal perang AS yang tengah berlayar di Laut Merah, dan dibantu oleh pesawat pembom

Editor: Muhammad Hadi
Salah satu contoh sistem pertahanan udara S-200 yang dipamerkan di Museum AU Ukraina.(Wikipedia) 

Padahal, menurut Kemenhan Rusia, sistem pertahanan S-200 yang dimiliki Suriah sudah terbilang kuno karena dibuat di masa kejayaan Uni Soviet.

Sistem pertahanan darat ke udara (SAM) S-200 ini dibuat pada dekade 1960-an untuk melindungi sebuah area luas dari serangan pesawat pengebom atau pesawat strategis lainnya.

Sistem ini biasa digunakan untuk melindungi tempat-tempat penting misalnya pusat pemerintahan, industri, dan fasilitas militer.

Baca: Serangan Baru Pasukan Suriah Diduga Pakai Gas Racun, 70 Warga Sipil Meninggal Dunia

Sistem pertahanan ini juga "tidak manja" karena bisa digunakan dalam cuaca dan iklim apapun.

Misil yang ditembakkan sistem pertahanan ini mampu mencapai jarak maksimal hingga 300 kilometer.

Senjata ini meluncur kecepatan jelajah hingga empat kali kecepatan suara di ketinggian antara 300-20.000 meter dari permukaan laut.

Resimen operasional S-200 pertama beroperasi pada 1966 di 18 lokasi dengan 342 peluncur misil pada akhir tahun yang sama.

Baca: Cerita Gadis Suriah Sulit Cari Pria Untuk Menikah, Jumlah Perawan Tua Meningkat Selama Perang

Meski terbilang kuno, sistem pertahanan ini masih sangat bisa diandalkan, tentu saja dengan perbaikan dan perawatan yang seksama.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved