Breaking News:

Rusia Klaim 71 Rudal AS Dirontokkan Militer Suriah, Ini Senjata Era Soviet Penghadang Rudal Sekutu

Rudal-rudal itu diluncurkan dari dua kapal perang AS yang tengah berlayar di Laut Merah, dan dibantu oleh pesawat pembom

Editor: Muhammad Hadi
Salah satu contoh sistem pertahanan udara S-200 yang dipamerkan di Museum AU Ukraina.(Wikipedia) 

Saat ini masih 13 negara yang menggunakan sistem pertahanan udara S-200, termasuk Suriah, Iran, serta negara-negara Asia Tengah bekas Uni Soviet.

Khusus Suriah, negeri ini sudah menggunakan sistem S-200 sejak Januari 1983 dengan membentuk dua batalion pertahanan udara yang masing-masing dilengkapi 24 peluncur rudal.

Baca: Pesawat Tempur Sukhoi Milik Rusia Ditembak Jatuh di Suriah, Begini Nasib Pilot

pesawat pembom strategis Rockwell B-1 Lancer
pesawat pembom strategis Rockwell B-1 Lancer ()

Kini AD Suriah masih memiliki dua resimen pertahanan udara yang memiliki dua unit baterai S-200.

Pada 2016, AD Suriah membangun dua lokasi pertahanan S-200 di Bandara Kweires dekat kota Allepo.

Tidak diperoleh informasi harga sistem pertahanan S-200 milik Suriah ini, yang jelas "peralatan uzur " ini mampu merontokkan 71 misil Tomahawk milik AS yang satu unitnya dihargai 1,87 juta dolar AS atau hampir Rp 26 miliar.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved