Berkas Terduga Germo ke Jaksa

Berkas terakhir kasus prostitusi untuk tersangka dengan status penghubung dan terduga germo

Berkas Terduga Germo ke Jaksa
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

* Kasus Prostitusi di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Berkas terakhir kasus prostitusi untuk tersangka dengan status penghubung dan terduga germo, dilimpahkan penyidik Sat Reskrim Polres Lhokseumawe ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Senin (16/4) kemarin. Dengan begitu, maka ketiga berkas jaringan prostitusi yang melibatkan enam tersangka tersebut sudah dilimpahkan semua ke jaksa, karena dua berkas telah duluan diserahkan pada pekan lalu.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, kemarin, menjelaskan, setelah semua berkas dilimpahkan ke Kejari Lhokaseumawe, kini pihaknya tinggal menunggu pemeriksaan pihak kejaksaan, apakah ketiga berkas tersebut lengkap atau tidak. Bila berkasa itu dinyatakan lengkap, ujarnya, maka akan langsung dilanjutkan dengan penyerahan keenam tersangka yang saat ini masih ditahan di sel Mapolres Lhokseumawe.

AKP Budi Nasuha memaparkan, untuk perkara itu, penyidik memang membagi dalam tiga berkas, sesuai dengan peran masing-masing tersangka. Berkas pertama, sebutnya, untuk dua tersangka yakni pekerja seks dan lelaki ‘hidung belang’ yang keduanya ditemukan di dalam kamar sebuah rumah. “Lalu, berkas kedua untuk satu tersangka dengan status sebagai penyedia tempat,” jelasnya. “Untuk kedua berkas ini, sudah kita limpahkan ke Kejari sekitar satu pekan lalu,” imbuh dia.

Sedangkan satu berkas lagi atau berkas ketiga, papar Kasat Reskrim, diperuntukkan untuk tiga tersangka dengan status penghubung dan yang diduga bertindak sebagai germo. Berkas terakhir ini, bebernya, sudah dilimpahkan ke Kejari Lhokseumawe pada Senin (16/4) kemarin. “Jadi, kini kami tinggal menunggu putusan dari jaksa, apakah berkasnya lengkap atau pun tidak. Untuk tersangka, sampai saat ini masih ditahan di tahanan Mapolres,” pungkas AKP Budi Nasuha.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap dua jaringan prostitusi pada Senin (26/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam operasi ini, polisi mengamankan delapan orang, yakni lima wanita dan tiga pria. Status kedelapan orang tersebut berbeda, ada yang mucikari, lelaki hidung belang, dan pekerja seks.

Penangkapan pertama terjadi di sebuah rumah kawasan Cunda. Di tempat itu, polisi menemukan tiga orang, yakni seorang perempuan yang diduga sebagai penyedia tempat berinisial S (35). Lalu, di dalam kamar rumah tersebut juga ditemukan sepasang manusia yang bukan muhrim, yakni pria berinisial M (50), warga Aceh Selatan dan wanitanya F (28), warga Lhokseumawe.

Sementara pada pengungkapan jaringan kedua, polisi sempat mengamankan lima orang, yakni wanita berinisial W (33), asal Aceh Utara yang diduga sebagai germo, dua pria diduga penghubung yaitu berinisial E (33), asal Aceh Utara, dan P (41), asal Sumatera Utara, serta dua wanita yang diduga sebagai pekerja seks, masing-masing berinisial S (21), asal Kota Langsa dan R (24), warga Aceh Timur.

Kelima orang tersebut ditangkap di lokasi yang terpisah. Satu hari kemudian, dari total kedelapan orang tersebut, enam di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan dua orang lagi yakni wanita yang diduga sebagai pekerja seks, diserahkan ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan.

Sementara itu, anggota DPRK Lhokseumawe, Dicky Saputra mengaku dia memberikan apresiasi kepada pihak Polres Lhokseumawe yang begitu concern mendukung penegakan syariat Islam di kota tersebut, dengan bukti nyata telah mengungkap dua jaringan prostitusi sekaligus. Namun begitu, dia mendesak, agar pihak kepolisian juga mencari dan membongkar jaringan lainnya.

“Sebab, bukan tidak mungkin masih ada dugaan jaringan prostitusi lainnya di Kota Lhokseumawe. Karenanya, kita harap polisi dan pihak berwenang lainnya bisa terus berkerja untuk memberantas jaringan prostitusi di Lhokseumawe. Kita juga meminta masyarakat untuk

terus mendukung, terutama dengan memberikan informasi kepada aparat penegakan hukum, bila mengetahui adanya jaringan prostitusi di Lhokseumawe,” pungkas politisi PKS tersebut.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved