Kepala DLHK Aceh: Konflik Gajah Sering Terjadi Diluar Wilayah Konservasi

"Tapi yang terjadi selama ini di Mane, Mila, Aceh Jaya. Bisa jadi di hutan produksi dan wilayah budidaya masyarakat,

Kepala DLHK Aceh: Konflik Gajah Sering Terjadi Diluar Wilayah Konservasi
Demonstran mengangkat gambar badak, satu di antara ratusan satwa dilindungi lainnya yang terancam punah dalam aksi demo lawan kejahatan satwa di jalan depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (24/9). SERAMBI/MISRAN ASRI 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Ir Saminuddin BTou mengatakan selama ini konflik gajah dengan manusia sering terjadi di luar wilayah konservasi.

"Selama ini konflik satwa sering terjadi di luar wilayah konservasi," katanya pada rapat pembahasan rancangan qanun (raqan) tentang perlindungan satwa liar dengan Komisi II DPRA di ruang Banggar DPRA, Rabu (18/4/2018).

Baca: Bersama Menyelamatkan Suaka Margasatwa Rawa Singkil

Kawasan konservasi yang ada di Aceh seperti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan Suaka Margasatwa Rawa Singkil.

"Tapi yang terjadi selama ini di Mane, Mila, Aceh Jaya. Bisa jadi di hutan produksi dan wilayah budidaya masyarakat sehingga masyarakat terganggu dan mereka tidak bisa ke kebun," jelasnya.

Hal ini menjadi masalah tersendiri karena selama ini fokus pengawasan yang dilakukan dinas atau lembaga terkait hanya di wilayah konservasi.

Sehingga ketika kawanan gajah turun ke pemukiman atau kawasan budidaya masyarakat tidak diketahui.

"Sebab fokus pemerintah hanya di wilayah konservasi," ujarnya. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved