Penjualan Mobil Baru di Aceh Meningkat

Meski kondisi ekonomi sedang lesu, namun penjualan mobil dan sepeda motor baru di Aceh justru naik

SEDERETAN mobil Toyota dipamerkan di showroom PT Dunia Barusa, Bathoh, Banda Aceh. 

BANDA ACEH - Meski kondisi ekonomi sedang lesu, namun penjualan mobil dan sepeda motor baru di Aceh justru naik. Hal ini diperkirakan karena kebijakan Pemerintah Aceh pada 2017 dan berlaku mulai 2018 terkait penurunan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) I atau kendaraan baru dari 13 menjadi sembilan persen. Penurunan ini lebih rendah dibanding di Sumatera Utara, sehingga kendaraan baru di Aceh saat ini lebih murah dibanding di Medan.

Menurut data diperoleh Serambi total penjualan mobil baru jenis jeep berbagai merk di Aceh pada triwulan I 2018 (Januari-Maret) mencapai 133 unit atau meningkat dibanding periode yang sama 2017. Ketika itu penjualan jenis jeep, seperti Fortune, Pajero, HRV, dan CRV 66 unit. Begitu juga penjualan mobil baru lainnya pada triwulan I 2018 ini juga naik dibanding periode yang sama 2017, yakni mini bus dari 1.314 unit menjadi 1.400 unit, jenis ligh truk dari 233 unit menjadi 257 unit, jenis truk dari 37 unit menjadi 53 unit. Tetapi untuk jenis pikap justru turun dari 363 unit menjadi 357 unit. Begitu juga micro bus, turun dari 31 unit menjadi 29 unit, jenis bus turun dari 11 unit menjadi 10 unit. Sedangkan penjualan sepeda motor baru naik dari 26.327 menjadi 26.538 unit.

Dikonfirmasi Serambi kemarin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Jamaluddin SE AK, MSi melalui Kabid Pendapatan Sofian SE MSi memastikan penyebab meningkatnya penjualan mobil baru di Aceh karena sudah menurunnya BBNKB di Aceh dari 13 persen menjadi sembilan persen. Hal ini sesuai Qanun Nomor 11 tahun 2017.

Secara terpisah, pihak Dunia Barusa selaku diler resmi Toyota di Aceh, Azhar membenarkan kenaikan penjualan mobil baru di Aceh 18-20 persen pada triwulan I 2018 karena sudah turunnya BBNKB kendaraan baru di Aceh dari 13 persen menjadi sembilan persen, sehingga harga di Aceh saat ini lebih murah dibanding di Medan, seperti Kijang Innova 2.000 CC automatic 2018, yakni Rp 329.700.000 di Aceh dan Rp 332.700.000 di Medan. Begitu juga Fortuner 4x2, 2.700 Cc Bensin Lux, yaitu Rp 560.200.000 di Aceh dan Rp 567.700.000 di Medan.

Azhar mengakui sebelum ada kebijakan penurunan BBNKB itu, penjualan mobil baru di Aceh tetap ada kenaikan, tetapi tidak sebanyak tahun ini yang jumlahnya sudah mencapai 1.400 unit dalam triwulan I 2018 khusus untuk mobil jenis mini bus. Dengan demikian nantinya pertambahan pelat mobil Aceh, yaitu BL semakin besar karena pembeliannya di Aceh. “Ini sangat menguntungkan Pemerintah Aceh dalam hal penerimaan pajak kenderaan bermotor (PKB),” kata Azhar. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved