Selama Ini Terjadi Pelanggaran

AKADEMISI dari UIN Ar- Raniry Prof Dr Alyasa’Abubakar MA menegaskan, setidaknya bisa dinilai dari dua hal bahwa

Selama Ini Terjadi Pelanggaran
ALYASA’ ABUBAKAR,Guru Besar UIN Ar-Raniry 

AKADEMISI dari UIN Ar- Raniry Prof Dr Alyasa’Abubakar MA menegaskan, setidaknya bisa dinilai dari dua hal bahwa pelaksanaan uqubat cambuk tidak melanggar syariat. Pertama, secara fiqih, penjatuhan hukuman itu harus ada yang mengetahui dan menyaksikan.

“Berapa orang yang menyaksikan dan sebagainya, itu tidak dibatasi. Jadi, perintahbahwa hukuman itu disaksikan oleh orang-orang, itu diterjemahkan ke dalam qanun menjadi ‘terbuka’,” tandasnya. Akan tetapi, meskipun bersifat terbuka, kata Alyasa’, tidak boleh dihadiri oleh anakanak sebagaimana ditegaskan dalam pasal 262 ayat 2, Qanun No. 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat.

“Masalahnya, dalam pelaksanaan uqubat cambuk selama ini terjadipelanggaran qanun tersebut, yakni anak-anak ikut menonton prosesinya,” kata Alyasa’. Kedua, hukuman itu di dalam fiqih untuk mengampuni dosa, bukan untuk memojokkan orang-orang. Di dalam fiqih, kata Alyasa’, orang yang sudah dihukum itu tergolong bersih.

“Dia kembali seperti orang biasa, karena sudah menebus kesalahannya. Tetapi,dalam praktik sekarang, kan tidak demikian, selalu distigma negatif dan diejek,” tandas mantan Kadis SyariatIslam Aceh ini. Bahkan ada kecenderungan sebagian orang memvideo dan menyebarkannya ke media sosial.

Oleh karena itulah, kata Alyasa’, Gubernur berinisiatif mengubah tempat cambuk,sehingga anak-anak tidak berpeluang menonton lagi. Tempat yang paling aman dan jauh dari jangkauan anak-anak, yapenjara. Namun, karena sebagian kalangan kurang sepakat, Alyasa’juga menyarankan tempat alternatif, yakni di sebuah bangunan yang dibuat khusus, sehingga tidak lagi terjadi pelanggaran.

Namun, tempat yang demikian tentu butuh waktumembuatnya, karena terkait dengan anggaran, lokasi, dan sebagainya. “Ini bisa menjadi solusi alternatif untuk jangka panjang,” kata Guru Besar UIN Ar-Raniry ini.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved