Breaking News:

Tomahawk, Rudal Canggih Andalan AS Saat Serang Negara Lain, Pertama Digunakan Saat Perang Teluk

Rudal Tomahawk pertama kali digunakan dalam Operasi Badai Gurun saat Perang Teluk Meletus pada tahun 1991

Editor: Muhammad Hadi
peluncuran misil Tomahawk 

SERAMBINEWS.COM - April ini, Amerika Serikat gencar menghantam kawasan Suriah dengan rudal Tomahawk.

Dipercaya belum ada tandingannya, seperti apakah kedahsyatan rudal yang menjadi kebanggan negara yang kini dipimpin Trump tersebut?

Rudal sepanjang 5,56 meter buatan pabrikan Raytheon tersebut dihargai 1,87 juta dolar AS, sekitar Rp 25,7 miliar, per buah.

Baca: 112 Rudal Tomahawk AS Hantam Suriah, Satu Buah Rp 25,7 Miliar, Berapa Biaya Terbang Pesawat Pembom?

Rudal Tomahawk pertama kali digunakan dalam Operasi Badai Gurun saat Perang Teluk Meletus pada tahun 1991.

Ia sanggup menyasar targetnya yang berjarak 1.250 km hingga 2.500 km, dan atas capaian sejauh itu, rudal ini dijuluki sebagai rudal jelajah jarak menengah.

Pada batas maksimalnya, Tomahawk bisa dipersenjatai dengan hulu ledak konvensional berbobot 453 kilogram.

Baca: Menhan AS: Serangan Tomahawk Hancurkan Seperlima AU Suriah

Puluhan rudal tomahawk ditembakkan dari dua kapal perang Angkatan Laut AS di Laut Mediterania untuk menarget pangkalan udara militer Suriah pada Jumat (7/4/2017) dini hari.
Puluhan rudal tomahawk ditembakkan dari dua kapal perang Angkatan Laut AS di Laut Mediterania untuk menarget pangkalan udara militer Suriah pada Jumat (7/4/2017) dini hari. ((US Navy/The Independent))

Akan tetapi, parlemen AS melarang penyematan hulu ledak nuklir pada rudal ini.

Untuk pengendaliannya, rudal ini dilengkapi dengan mesin jet turbo (ganda), kamera inframerah, dan sayap yang bisa ditekuk.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved