Penjual Rokok Elektrik Ditangkap

Sebanyak 12 murid Ibtidaiyah Negeri (MIN) Lampahan, Bener Meriah kecanduan rokok elektrik

Penjual Rokok Elektrik Ditangkap
shutterstock
ROKOK VAPOR 

* 12 Murid MIN Kecanduan

REDELONG - Sebanyak 12 murid Ibtidaiyah Negeri (MIN) Lampahan, Bener Meriah kecanduan rokok elektrik seusai guru menemukan mereka sedang menghisap rokok di belakang sekolah. Tak pelak, polisi Bener Meriah langsung bergerak untuk menangkap dua penjual rokok elektrik rakitan tersebut, berinisial RT (22) dan ANF (16).

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, Jumat (20/4) mengatakan kedua pelaku berhasil dibekuk setelah ada laporan perdagangan rokok eletrik rakitan yang menyasar palajar sekolah dasar di Kecamatan Timang Gajah. “Pelaku sudah kita amankan, setelah ada laporan, bahwa pedagang rokok elektrik menjual kepada 12 pelajar MIN Lampahan,” ujar Fahmi.

Disebutkan, modus operandi keduanya menjual rokok elektrik rakitan dengan menggunakan pulpen dan fitting bola lampu. Kemudian ditawarkan kepada para murid kelas VI MIN itu saat pulang sekolah yang telah menjadi target keduanya dengan harga Rp 50.000

Ditambahkan, kedua pedagang tersebut juga mengajarkan cara penggunaan rokok dengan cara yang benar, alhasil setidaknya 12 pelajar yang relatif belia tersebut kecanduan rokok elektrik. “Kasus ini terbongkar, ketika 12 murid itu kedapatan merokok vapoor oleh guru di belakang sekolah,” jelasnya.

Fahmi menyatakan setelah mendapat informasi, anggota tim langsung menuju TKP dengan menyamar sebagai pembeli pada Kamis (19/4). “Anggota kami ikut membeli rokok elektrik dari kedua pedagang itu yang menjual seusai pulang sekolah dan pedagang itu langsung diamankan,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk cairan vapoor dibeli oleh pelaku dari toko online dengan berbagai rasa, sementara untuk vapoornya dirakit menggubakan fitting bola lampu, dan pulpen sebagai gagang rokok. Kemudian pelaku menjualnya kepada pelajar, termasuk liquid (cairan rokok) dengan berbagai rasa.

“Barang bukti yang diamankan, berupa 1 buah fitting lampu, dan sebuah pulpen, serta tiga merek liquid Itali dengan rasa banana, orange serta milk,” katanya. Dia menegaskan barang yang dirakit tersebut sangat berbahaya bagi para pelajar.

Kapolres Fahmi Irwan Ramli menerangkan untuk mengantisipasi kemarahan orang tua murid dan tindakan main hakim sendiri, pelaku sudah diamankan. Sedangkan para murid itu mendapat binaan dari Kasat Binmas, bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan.

Dia berharap para dewan guru dan orangtua selalu melakukan pengawasan terhadap murid dan anak-anaknya. Fahmi mengatakan tidak tertutup kemungkinan, liquid tersebut mengandung zat berbahaya, dikarenakan tidak ada label dari bea cukai dan BPOM.

Dia memperkirakan masih banyak murid atau pelajar SMP dan SMA di wilayah Kecamatan Timang Gajah yang sudah terkontaminasi kecanduan liquid dengan menggunakan vapoor. “Dengan terjadinya kasus tersebut diharapkan Bhabinkambtibmas melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa,” demikian Kapolres Bener Meriah.(c51)

kronologi penangkapan
* 12 Murid MIN kecanduan rokok elektrik
* Guru temukan mereka di belakang sekolah
* Laporkan kejadian itu ke polisi
* Tim polisi melakukan penyamaran
* Membeli rokok eleketrik dari pelaku
* Keduanya langsung diamankan ke Mapolres
* Antisipasi kemarahan para walimurid

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved