Penyuluh Pertanian Butuh Kendaraan Dinas

Sejumlah penyuluh pertanian di Bireuen mengeluhkan belum adanya kendaraan dinas untuk bertugas

Penyuluh Pertanian Butuh Kendaraan Dinas
SERAMBI/ABDULLAH GANI
PELATIHAN untuk penyuluh pertanian swadaya berbasis syariat dan praktek olah susu dan ikan, adalah satu dari belasan kegiatan baksos terintegrasi yang dilaksanakan Unsyah di Pijay selama sepekan. 

BIREUEN - Sejumlah penyuluh pertanian di Bireuen mengeluhkan belum adanya kendaraan dinas untuk bertugas. Sehingga mereka mengaku terpaksa menggunakan kendaraan pribadi untuk menjalankan tangung jawabnya sehari-hari.

Beberapa penyuluh pertanian di Bireuen kepada Serambi, Jumat (20/4), mengatakan, sejak beberapa tahun lalu hingga kini mayoritas penyuluh pertanian di Bireuen menggunakan sepeda motor pribadinya turun ke desa-desa, dan secara otomatis menggunakan uang gaji mereka untuk mengisi bahan bakar sepmornya.

“Seharusnya, kami penyuluh dibekali kendaraan dinas dan uang untuk bahan bakar kendaraan. Tapi, selama ini kami terpaksa menggunakan kendaraan pribadi dan uang gaji untuk isi bahan bakar. Padahal, kami setiap hari masuk ke pelosok-pelosok desa untuk memberi penyuluhan dan mendampingi petani. Kami juga butuh komputer atau laptop dan alat tulis kantor (ATK) untuk membuat laporan,” kata seorang penyuluh yang bertugas di Kecamatan Jeumpa.

Hal senada juga dikatakan para penyuluh pertanian dari kecamatan lainnya. Mereka mengaku harus masuk kampung keluar kampung dan naik gunung turun gunung untuk memberi penyuluhan kepada petani dengan menggunakan kendaraan pribadi. “Jangankan kendaraan dinas, uang bahan bakar pun terpaksa kami gunakan uang gaji kami. Eksesnya, setiap bulan gaji kami minim dan kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar penyuluh di Kecamatan Juli.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Bireuen, Syahrul menerangkan, pihaknya hampir setiap tahun mengusulkan dana dalam APBK, APBA, dan APBN, tapi hingga kini belum bisa direalisasikan. “Memang benar penyuluh kita sangat membutuhkan kendaraan dinas untuk mendukung kelancaran tugas mereka di desa-desa, tapi apa mau dikata kita tidak punya dana untuk memenuhinya. Sudah kita usulkan juga tapi belum ada realisasinya,” ungkap Syahrul.

Ditambahkannya, saat ini jumlah penyuluh pertanian yang tersebar di 17 kecamatan di Bireuen mencapai 230 orang. Mereka terdiri dari 110 PNS, 71 CPNS, dan 49 THL. “Seorang penyuluh harus mengawasi 2-4 desa. Kalau mereka belum ada kendaraan dinas, harapan kita mereka bisa dibantu uang BBM untuk kendaraan pribadi penyuluh,” pungkas Syahrul.(c38)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved