‘Hujan’ dalam Puisi-puisi Serambi Indonesia

Sedang menempuh pendidikan doctoral di University of Canberra, Australia Berawal dari ketertarikan membaca

‘Hujan’ dalam Puisi-puisi Serambi Indonesia
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA

Subhan dalam Tambora memperlihatkan bagimana personifikasi air lewat kata tangisan menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang meluluhlatakkan semua yang ada. Meski manusiaingin begitu dekat dengan alam dengan gelindingan cangkulcangkul para petani di kaki bukit Tambora, bertahun-tahun lamanya kami menabung harap/ membujukmu agar tidak merajuk, Tambora tidak merasakan kedekatan. Tapi mengapa, / kedekatan itu tak kausambut mesra?.

Dalam Lembah Anai Subhan juga mengajak pembaca akan kedahsyatan hujan yang hanya bisa didahapi dengan lelah dan pasrah, hujan badai air terjun menjadi bah/ tak ada kata di rel kereta api yang mati/ kecuali lelah dan pasrah.

Penutup
Kata ‘hujan’ dimaknai sangat beragama dalam puisipuisi kontemporer Aceh. Kata ‘hujan’ berasosiasi dengan titik kepedihan setelah menempuh episode penderitaan. Kata ‘hujan’ juga dimaknai sebagai kekuatan yang mampu memberikan kehidupan kembali. Di samping itu, zat tak berwarna ini memiliki kemampuan membinasakan dan meuluhlantakkan siapa dan apa saja.

Kata ‘hujan’ dipilih secara sadar oleh para penyair Aceh yang disisipi oleh kekuatan makna yang kuat dan padat dalam menyampaikan pengalaman individual maupun universal. Menjadi sangat penting juga untuk mengungkap imagi – imagi lain yang kerapkali digunakan oleh penyair Aceh dalam konteks memahami pengalaman privat dan komunal Aceh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved