Dari 120 Juta Tenaga Kerja di Indonesia, Hanya 12 Persen Lulusan Perguruan Tinggi

Revolusi industri membuat dunia akan lebih kompetitif dengan pergerakan ekonomi dunia maya yang makin besar.

Dari 120 Juta Tenaga Kerja di Indonesia, Hanya 12 Persen Lulusan Perguruan Tinggi
Serambinews.com
Ilustrasi Tenaga Kerja 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berkumpul dalam Musyawarah Nasional (munas) ke-10 untuk merumuskan strategi menghadapi Revolusi Industri 4.0 di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan Revolusi Industri 4.0 berpengaruh besar pada perkembangan bisnis dan ekonomi nasional.

Menurut dia, revolusi industri membuat dunia akan lebih kompetitif dengan pergerakan ekonomi dunia maya yang makin besar.

Revolusi industri 4.0 adalah gelombang keempat industri yang menekankan pada kecanggihan teknologi informasi dan artificial intelligent.

“Lapangan kerja akan semakin dinamis, tersegmentasi keahlian-keahlian tertentu. Di sisi lain jumlah penduduk semakin besar dan angkatan kerja semakin banyak," ujar Hariyadi dalam keterangannya, Selasa.

Menurut dia, perlu reformasi ketenagakerjaan dalam menghadapi fenomena ini, agar bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030 tidak menjadi bumerang dan menjadi titik lemah perekonomian Indonesia.

Menurut Haryadi, pemerintah perlu merumuskan program-program untuk mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan bersaing dalam dunia kerja pada masa revolusi tersebut.

Ketua Dewan Harian Apindo Soebronto Laras mengatakan, sumber daya manusia Indonesia saat ini belum siap menghadapi gelombang revolusi industri 4.0. Menurut dia, masih banyak angkatan kerja yang memiliki latar belakang pendidikan kurang memadai.

(Baca: Gara-gara Stress, Hotman Paris Hutapea Ngaku Pernah Coba Minum Baygon Untuk Bunuh Diri)

(Baca: Orang Eropa Sulit Berjongkok Ketimbang Orang Asia, Kok Bisa?)

Diketahui, dari 120 juta tenaga kerja hanya 12-13 persen yang lulus perguruan tinggi atau pernah belajar di universitas.

Munas Apindo ke-10 mengambil tema "Dunia Usaha Kuat, Rakyat Sejahtera: Reformasi Sumber Daya Manusia untuk Mengatasi Kesenjangan Ekonomi". Selain membahas strategis menghadapi Revolusi Industri 4.0, munas tersebut juga akan menjadi ajang pemilihan ketua umum Apindo periode 2018-2023.

Sebelumnya kalangan industri juga mendesak pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Rosan Roeslani mengatakan, ada ketidaksesuaian antara kebutuhan dunia usaha dengan ketersediaan tenaga kerja. Kualitas SDM, sebut dia, belum memadai untuk menopang industri.(Anadolu Agency)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved