Ini Tujuh Pesan Penting Abusyik kepada Sepuluh Camat yang Baru Dilantik

"Tujuh pesan penting ini mesti dijalankan agar roda pemerintahan di tingkat kecamatan tanpa ada konflik sedikitpun,"

Ini Tujuh Pesan Penting Abusyik kepada Sepuluh Camat yang Baru Dilantik
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Ratusan pejabat eselon III dan IV mengikuti sumpah jabatan di halaman kantor Bupati Pidie, Senin (16/4/2018). Mereka dilantik Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik). 

Laporan Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik meminta kepada10 camat baru untuk mentaati tujuh pesan penting dalam mengelola roda pemerintahan di tingkat kecamatan.

Kesepuluh camat di Pidie yang mendapat amanah kerja itu sudah diambil sumpah jabatan untuk posisi sebagai camat dalam mutasi kedua kalinya yang dilakukan Abusyik pada 16 April 2018.

"Tujuh pesan penting ini mesti dijalankan agar pelaksaan roda pemerintahan di tingkat kecamatan dengan mencakupi pelayanan antargampong tanpa muncul konflik sedikitpun," ujar Abusyik kepada Serambinews.com, Selasa (24/4/2018).

Baca: Kamis Pagi, Abusyik Antar Tugas Sepuluh Camat di Pidie

Ketujuh pesan penting ini rinci Abusyik, agar camat yang ditempat pada tugas baru mesti mampu mendorong serta memfasilitasi para keuchik untuk membuat aturan bagi warga dalam segala sektor.

Sehingga kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dapat terwujud.

Kedua, camat mesti membina dan mengawasi pelaksanaan dana gampong.

Ketiga, melakukan pembinaan terhadap aparatur pemerintah dalam lingkup kecamatan itu sendiri terutama disiplin kerja baik waktu kerja dan pakaian sekaligus melakukan pemantauan terhadap aktivitas aparatur di kecamatan dalam bekerja dengan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak.

Baca: Mutasi Besar-besaran di Pemkab Pidie, Abusyik: Pejabat Baru Jangan Eforia, Tunjukkan Tanggung Jawab

Keempat, camat untuk dituntut dapat bekerja secara profesional seiring dengan tuntuntan kondisi.

Kelima, camat harus melakukan koordinasi dengan para keujruen blang dan instansi terkait untuk menata pola tanam padi serentak, sehingga terhindar dari hama penyakit.

Keenam, camat mesti melakukan penertiban areal pertokoan atau pusat belanja serta penertiban hewan ternak guna menjamin ketertiban dan kenyamanan.

"Terakhir, agar kepada camat untuk lebih cermat dan bijaksana dalam menyikapi segala persoalan yang timbul untuk segera dipecahkan dengan 'duek pakat' sebelum masalah itu muncul ke kabupaten," ujarnya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved