Tak Sampai Seminggu Usai Dilantik, Perdana Menteri Armenia Mundur Demi Turuti Permintaan Rakyatnya

mundurnya Sargsyan mengikuti kehendak rakyat merupakan cerminan demokrasi di kekuasaan

Tak Sampai Seminggu Usai Dilantik, Perdana Menteri Armenia Mundur Demi Turuti Permintaan Rakyatnya
Serzh Sargsyan, mantan Perdana Menteri Armenia.(EPA via BBC) 

Rakyat turun ke jalan setelah Sargsyan dilantik sebagai perdana menteri.

Mereka menuduh politisi 63 tahun itu ingin berkuasa lebih lama.

Sebab, ketika masih menjabat sebagai presiden pada periode kedua, dia melakukan referendum perubahan konstitusi di Desember 2015.

Melalui referendum tersebut, jabatan perdana menteri bakal lebih berkuasa dibanding presiden.

Baca: Pria Ini Terluka di Kepala Akibat Kecelakaan, Tapi di Rumah Sakit Malah Kakinya di Operasi

Pengganti Sargsyan, Armen Sarkissian, hanya menjadi sekadar kepala negara, dan jabatan presiden sesudahnya dipilih oleh parlemen.

Ketika masa jabatannya habis pada 9 April lalu, Sargsyan sempat mengatakan bahwa dia tidak berniat untuk mengincar posisi perdana menteri.

Namun, dalam sidang parlemen Selasa pekan lalu, Sargsyan secara resmi dikukuhkan sebagai perdana menteri ke-15 Armenia.

Selain faktor kekuasaan, Sargsyan dikritik karena diduga mempunyai hubungan dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Baca: Gawat! Remaja Berusia 19 Tahun Ini Nikahi Nenek 71 Tahun Setelah Putus Cinta Dengan Wanita 77 Tahun

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved