Atraksi Tarek Pukat Pikat Turis Asing

Atraksi tarek pukat secara tradisional yang ditampilkan para nelayan Sabang pada pembukaan Khanduri Laot

Atraksi Tarek Pukat Pikat Turis Asing
PENAMPILAN prosesi adat meulaot yang dilakukan oleh para nelayan setempat serta disaksikan warga serta turis asing pada acara Khanduri Laot Festival Sabtu (28/4). Acara tersebut berlangsung di Pelabuhan CT3 

* Warnai Khanduri Laot Festival

SABANG - Atraksi tarek pukat secara tradisional yang ditampilkan para nelayan Sabang pada pembukaan Khanduri Laot Festival 2018 menjadi daya pikat para pemilik kapal Yacht. Khanduri Laot Festival itu dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan, Drs Abdul Karim MSi, Sabtu (28/4) pagi, di Dermaga CT3 Sabang.

Para turis dari berbagai negara itu hadir ke Sabang untuk mengikuti Sabang Marine Festival yang pelaksanaannya berbarengan dengan Khanduri Laot Festival. Mereka tampak menikmati atraksi yang dipersembahkan para nelayan Sabang. Bahkan para turis asing itu juga ikut mencicipi kuliner khas Aceh yang disediakan di lokasi.

Selain turis asing, wisatawan lokal dan warga Sabang ikut memeriahkan pembukaan festival tersebut. Dalam acara itu, boat nelayan yang terlibat dalam atraksi diawali dengan prosesi peusijuk oleh tokoh adat dari Majelis Adat Aceh (MAA) Sabang.

Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan, Abdul Karim, dalam sambutannya mengatakan, Festival Khanduri Laot itu sangat penting untuk melestarikan adat melaot mayarakat pesisir. Serta sebagai bentuk penghormatan terhadap adat yang ditinggalkan indatu. Ia berharap festival dapat mendorong upaya pelestarian laut dan mendorong pariwisata.

“Hampir semua daerah di Aceh memiliki khanduri laot sebagai budaya lokal, maka tradisi ini perlu kita lestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada adat. Mudah-mudahan khanduri laot ini semakin mendorong kita peduli dengan kelestarian laut,” ujarnya.

Sementara Wali Kota Sabang, Nazaruddin atau yang akrab disapa Tgk Agam dalam sambutannya mengatakan, Pemko mengusulkan sebuah gelar tradisi masyarakat pesisir yang diberi nama Khanduri Laot Festival sebagai bentuk syukur atas rezeki serta melestarikan budaya dan adat.

Untuk mewujudkan kegiatan itu, Pemko Sabang pun melakukan kerja sama dengan Kemendikbud RI. Even ini diharapkan menjadi ajang rutin tahunan. Selain pelestarian, juga mampu mendorong tumbuhnya pariwisata sehingga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat Sabang.

Dalam atraksi tarek puket itu, Pemerintah Kota Sabang mengerahkan dua boat nelayan, dengan diiringi musik etnik dan serune kalee, boat tersebut mengitari Teluk Sabang untuk menunjukkan aktivitas yang rutin mereka kerjakan saat melaut, sedangkan pengunjung menonton dari Dermaga CT3.

Satu boat menunjukkan atraksi tarek ukat dengan belasan nelayan di dalamnya. Sedangkan satu boat lainnya menampilkan atraksi memancing dan menombak ikan. Tarek pukat, menombak, hingga memancing merupakan cara nelayan Aceh mencari ikan.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved