Teater Nol Aceh Terpilih sebagai Grup dengan Pementasan Terbaik pada Festival Nasional di Padang

"Kami bersyukur, bisa berpartisipasi dalam ajang itu dan memperoleh predikat sebagai pementasan terbaik," kata Mahmudiah, Senin (30/4/2018).

Teater Nol Aceh Terpilih sebagai Grup dengan Pementasan Terbaik pada Festival Nasional di Padang
IST
Grup Teater Nol Aceh seusai pentas di Padang, Sumatera Barat. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Teater Nol dari Aceh terpilih sebagai grup dengan pementasan terbaik pada Festival Nasional Wisran Hadi di Padang, Sumatera Barat. Teater Nol membawakan naskah "Nurani," yang disutradarai Mahmudiah.

"Nurani" dimainkan oleh Putri, Ria, Liza, Indah, musik oleh David, penata lampu Mita, penata rias Mumu dan artistik Teguh Adang Suma.

Mahmudiah mengatakan bangga bisa berkiprah di ajang teater nasional.

"Kami bersyukur, bisa berpartisipasi dalam ajang itu dan memperoleh predikat sebagai pementasan terbaik," kata Mahmudiah, Senin (30/4/2018).

Teater Nol Aceh kali ini begitu banyak tantangan dan hambatan, terutama pada saat proses perizinan dari kampus.

(Baca: Kisah Polisi Ijab Kabul Tanpa Istri Berujung Bahagia, Pengantin Pria Tak Sendirian Lagi di Pelaminan)

(Baca: Miris! Anak Yatim Piatu Dihukum Siram Oli Bekas Gegara Curi Onderdil Bengkel, Netizen Geram)

(Baca: Dianggap Sepele, Hindari 5 Kebiasaan Ini Setelah Makan)

"Kami tidak memiliki izin, izin aja tidak ada apalagi soal dana, dengan bekal semangat lah kami maju untuk membuktikan bahwa Teater Nol Aceh mampu bersaing di kancah Nasional," kata Nurfamita, pimpinan produksi.

"Nurani" menjelaskan bahwa setiap manusia mempunyai hati nurani. Nurani yang membawa mereka untuk melihat suatu kebenaran, untuk melihat hal-hal positif dan negatif.

Namun di satu sisi manusia mempunyai nafsu. Beberapa orang di antaranya tidak dapat menahan gejolak nafsu yang ada, mereka terlihat rakus, bahkan tidak peduli dengan diri mereka sendiri.

"Nurani dikesampingkan, dikalahkan oleh nafsu yang ada. Seperti layaknya wanita yang melupakan kodratnya sebagai seorang wanita, mereka benar-benar telah buta. Menjadikan nafsu sebagai titik utama kehidupan," kata Mahmudiah mengenai pementasannya.

Putri Regi yang memerankan tokoh "Nurani" merupakan sebuah tantangan yang berat.

"Saya harus benar-benar membuat penonton paham dengan peran yang saya mainkan, apalagi ini tingkat nasional," Putri Regi.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved