Jalan Nasional Agara-Sumut di Kampung Bakti Dibiarkan Rusak dan Tergenang

"Sudah lima bulan jalan tersebut dibiarkan rusak. Akibatnya, musim penghujan jalan nasional tergenang seperti kubangan kerbau,"

Jalan Nasional Agara-Sumut di Kampung Bakti Dibiarkan Rusak dan Tergenang
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Inilah kondisi Jalan Nasional Aceh Tenggara menghubungkan ke Sumatera Utara persis Desa Lawe Kampung Bakti, Kecamatan Babul Makmur, dibiarkan rusak dan tergenang, Selasa (1/5/2018). 

Laporan Asnawi Luwi |  Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Badan jalan Nasional Aceh Tenggara menghubungkan ke Sumatera Utara persis Desa Kampung Bakti dan sekitarnya, Kecamatan Babul Makmur, Agara, tergenang, Selasa (1/5/2018).

Kondisi jalan tergenang seperti kubangan kerbau, rusak dan terkelupas.

"Sudah lima bulan jalan tersebut dibiarkan rusak. Akibatnya, musim penghujan jalan nasional tergenang seperti kubangan kerbau dan menyulitkan kendaraan melintas," ujar Buyung, seorang pengendara sepeda motor, kepada Serambinews.com, Selasa (5/4/2018).

Kerusakan jalan seperti ini akibat lemahnya pengawasan dari semua pihak.

Akibatnya, kendaraan sulit melintas di daerah itu dan rawan terjadinya kecelakaan berlalulintas.

Pembina LSM Satyapila Aceh Tenggara, Nasrulzaman ST, mengatakan, dana pemeliharaan jalan mencapai Rp 3,2 Miliar dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN-1) Aceh yang bersumber dari APBN.

Tetapi jalan Kampung Bakti dan sekitarnya dibiarkan rusak dan tergenang seperti kubangan kerbau.

Dana begitu besar, tetapi kondisi jalan Nasional Agara memprihatinkan dan ini dinilai akibat kurangnya pengawasan dari dinas terkait.

Buktinya, jalan yang di pacing saja terkesan asal-asalan dikerjakan, karena tidak rata begitu juga badan jalan yang rusak tak seluruhnya diperbaiki.

Sementara itu, Direktur Gala Fila Mandiri (GFM) Kutacane, Iskiki Handoko beberapa waktu lalu, mengatakan, mereka telah pacing jalan Nasional.

Tetapi khususnya Lawe Beringin Gayo - Suka Makmur, tidak mereka pacing karena jalan nasional tersebut telah masuk dalam paket bencana alam yang akan dibangun dari dana APBN.

Makanya mereka tidak mengerjakan jalan rusak di daerah itu.

Diakuinya, jalan yang dipacing bertingkat alias tidak sama dengan jalan semula karena belum padat dan perlahan-lahan akan padat dengan sendirinya. (*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved