Buaya Cari Habitat Baru

Seiringnya banyaknya ditemukan buaya di tambak dan kawasan permukiman dekat sungai Tamiang

Buaya Cari Habitat Baru
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Buaya seberat satu ton menjadi tontonan warga di Desa Gelung, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (30/4/2018). 

* Akibat Hutan Rawa Jadi Kebun Sawit

KUALASIMPANG - Seiringnya banyaknya ditemukan buaya di tambak dan kawasan permukiman dekat sungai Tamiang di Kecamatan Bendahara dan Seruway, diduga akibat perubahan fungsi lahan dimana kawasan hutan rawa kini menjadi kebun sawit, tambak dan sawah. Sehingga buaya yang terganggu karena habitatnya rusak, kini mencari habitat (tempat hidup) baru di area aktivitas warga.

“70 persen hutan rawa yang menjadi habitat buaya di Kecamatan Bendahara dan Seruway, dalam dua tahun terakhir telah menjadi kebun sawit, tambak dan sawah. Sehingga buaya mencari makan di habitat baru yang cukup tersedia makanan seperti tambak warga dan kawasan sekitar permukiman,” kata Direktur LSM Kempra, Muhammad Nasir MP, Selasa (1/5), menanggapi berita Serambi beberapa hari lalu, terkait laporan warga yang mengeluhkan banyaknya kemunculan buaya di sekitar permukiman warga di Kecamatan Bendahara dan Seruway.

Ia menambahkan, perubahan prilaku buaya yang meninggalkan habitatnya untuk mencari habitat baru, didorong oleh perubahan fungsi hutan rawa yang membuat hewan itu terusik. Selanjutnya hewan-hewan itu akan mencari lokasi baru yang menyediakan cukup makanan seperti ikan dan bangkai hewan. Karena itu, tak heran jika buaya itu kemudian sering terlihat di tambak ikan milik warga, dan kawasan hilir sungai yang menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga. Seperti yakni Alur Pinang, Berango, Rajolak dan Sungai Air masen, yang merupakan cabang dari Sungai Tamiang.

Camat Seruway, Husaini, mengungkapkan pada Senin (30/4) lalu, warga yang merupakan para pekerja kebun sawit di Dusun Sukajadi, Kampong Gelung, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, menangkap seekor buaya sepenjang empat meter dengan berat sekitar satu ton.

Para pekerja itu menangkap buaya tersebut karena khawatir hewan itu akan menyerang warga. Setelah ditangkap, buaya itu pun diikat kaki dan mulutnya. “Kemudian, warga secara beramai-ramai memindahkannya ke pinggir jalan dan menjadi tontonan masyarakat, dan selanjutnya dibawa petugas BKSDA Aceh,” ujarnya.

Ia berharap, pihak pemerintah melalui instansi terkait melakukan pendataan dan tindakan antisipasi untuk mencegah potensi bencana akibat serangan buaya yang bisa mengancam keselamatan warga.(md)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved