Polda Jawa Barat Hentikan Kasus Penistaan Pancasila oleh Habib Rizieq Shihab, Ini Alasannya

penyidik tim DitKrimum Polda Jabar telah menghentikan kasus tersebut pada Februari 2018 akhir.

Polda Jawa Barat Hentikan Kasus Penistaan Pancasila oleh Habib Rizieq Shihab, Ini Alasannya
POOL/REPUBLIKA/RAISAN AL FARISI
Pimpinan FPI Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang digelar PN Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (28/2/2017). Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua saksi ahli yaitu Rizieq Shihab dan Ahli Hukum Pidana Abdul Chair Ramadhan.(POOL/REPUBLIKA/RAISAN AL FARISI) 

SERAMBINEWS.COM, BANDUNG - Polda Jabar menghentikan penyidikan kasus dugaan pencemaran nama baik dan penistaan Pancasila yang dilakukan Rizieq Shihab.

Polisi menyatakan kasus tersebut tidak cukup bukti. "Iya dihentikan, tidak cukup bukti," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana kepada Kompas.com melalui pesan singkatnya, Jumat (4/5/2018).

Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penyidik tim DitKrimum Polda Jabar telah menghentikan kasus tersebut pada Februari 2018 akhir.

Ditandai dengan dikeluarkannya Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

Serangkaian penyidikan, sambung Trunoyudo, telah dilakukan.

Hasilnya menunjukkan, kasus tidak kuat bukti.

"Penyidikan sudah dilakukan oleh tim penyidik namun sejauh ini kurang cukup bukti untuk ditindaklanjuti dalam proses penyidikan," kata Trunoyudo di hubungi terpisah.

Menurutnya, bukti-bukti yang kurang dalam kasus ini terkait unsur pasal 154a KUHpidana.

 "Bukti untuk terkait unsur pasal 154a KUHPidana, guna memenuhi unsur perbuatan TP," jelasnya.

Baca: Kondisi Taj Mahal Memprihatinkan, Setelah Menguning Kini Terlihat Hijau dan Hitam

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved