Breaking News:

Aminullah Promosi Wisata ke Kedubes Australia

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mempromosikan wisata Banda Aceh, saat menerima kunjungan First Secretary

Editor: hasyim
ist
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Wali Kota Higashimatsushima Iwao Atsumi di Hotel Chidori yang menabuh rapai, Selasa (11/4/2014). 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mempromosikan wisata Banda Aceh, saat menerima kunjungan First Secretary (Public Diplomacy) Kedubes Australia, Lydia Trotter, di pendapa wali kota, Kamis (3/5).

Lydia datang bersama mahasiswa Australia penerima beasiswa New Colombo Plan yang tengah melanjutkan studinya di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Hadir dalam pertemuan itu Sekdako Bahagia, Kabag Administrasi Perekonomian M Ridha dan Kabag Humas T Taufik Mauliansyah.

Menurut Lydia, kedatangan mereka ke Banda Aceh dalam rangka menyosialisasikan program beasiswa yang diberikan Pemerintah Australia bagi Indonesia dan warga Aceh menjadi prioritas dalam program beasiswa itu, dalam rilis yang diterima Serambi.

Kedatangan Lydia dan rombongan juga untuk melihat kondisi Aceh dan Banda Aceh, khususnya yang pernah porak-poranda akibat gempa dan tsunami 2004 lalu. “Kami sudah merasakan kuliner Aceh yang begitu menggugah selera. Berkunjung ke museum tsunami dan juga melihat kegiatan komunitas perempuan di Banda Aceh. Lalu kami juga akan ke Unsyiah untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan,” katanya.

Sementara Aminullah mengatakan, pascatsunami kondisi Banda Aceh secara umum sudah jauh lebih baik. Meski demikian, kemiskinan dan pengangguran masih menjadi masalah. “Untuk mengatasi masalah ekonomi, solusi pemko, yakni mengembangkan sektor pariwisata. Kota kami ini memiliki beragam keunikan yang dapat dijual pada wisatawan, mulai cagar budaya, produk ekonomi kreatif, hingga kulinernya yang telah saya beri label 3E; enak, enak sekali dan enaaak sekali,” terang Aminullah kepada Lydia dan rombongan.

Lalu, pemko juga rutin menggelar even khusus untuk menarik minat wisatawan. Lalu Juli 2018 mendatang, lanjut Aminullah akan digelar festival kopi internasional di Taman Sari dan bulan yang sama juga ada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang menampilkan seni budaya dari seluruh daerah di Aceh, terang Aminullah.

Terkait program beasiswa yang ditawarkan, Aminullah mengharapkan diberi kemudahan bagi warga Aceh, khususnya Banda Aceh. “Kami siap berikan dukungan yang diperlukan. Saya juga berharap ke depan akan ada juga mahasiswa Australia yang kuliah di Banda Aceh,” ungkapnya.(rel/mir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved