Mendikbud Singgung Minimnya Pendidikan Agama di Sekolah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Dr Muhadjir Effendy menyinggung

Mendikbud Singgung Minimnya Pendidikan Agama di Sekolah
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Prof Dr Muhadjir Effendy didampingi Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik) di bawah payung menerima suguhan sirih dari penari saat tiba di GOR Alun-alun Kota Sigli, Sabtu (5/5). Kedatangannya ke Pidie untuk membuka seminar pendidikan. SERAMBI/NUR NIHAYATI 

SIGLI - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Dr Muhadjir Effendy menyinggung tentang minimnya pendidikan agama di sekolah umum. Masalah lain yang dihadapi pendidikan Indonesia adalah masih kurang tenaga pengajar yang kompeten, mengajar anak-anak dengan pemaksaan, serta kurangnya waktu.

Hal tersebut disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy saat membuka seminar yang digelar alumni Pendidikan Guru Agama (PGA) dan unsur terkait lainnya di GOR Alun-alun Kota Sigli, Sabtu (5/5). “Masih banyak kekurangan pendidikan agama di sekolah. Tenaga pengajar kurang kompeten, mengajar pemaksaan, dan kurang waktu,” ujar Mendikbud Muhadjir di hadapan peserta seminar.

Ia menyebutkan, tiga poros pendidikan adalah, pesantren, madrasah, dan sekolah. “Kalau menurut saya siswa jangan diajari aneh-aneh, selain pendidikan umum tapi diajari Alquran yang bagus dan hadis sahih sudah cukup,” katanya.

Namun demikian, lanjut Muhadjir, banyak sekolah umum melakukan gerakan hafiz Alquran. Ia menyebutkan salah satu contoh SMA di Sumatera Barat yang menerapkan gerakan tersebut dan menjadi sekolah favorit. “Sudah pintar bisa hafal Alquran lagi. Kalau mau fokus saya kira Aceh bisa mengikuti hal tersebut,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Mendikbud Muhajir mengaku dirinya juga alumni PGA tahun 1974 di Madiun. Karena itulah, Muhadjir membatalkan beberapa agenda lain, demi bisa menghadiri seminar yang digelar alumni PGA di GOR Alun-alun Kota Sigli, Sabtu (5/5).

Prof Dr Muhadjir Effendy mengatakan, posisi strategis program penguatan karakter anak didik di sekolah dipengaruhi oleh guru agama. Posisi guru agama agak unik, meski mengajar di sekolah umum, tapi statusnya di bawah Kementerian Agama.

“Tapi di Aceh ada juga guru agama mengajari Alquran kalau gajinya dari Dana Alokasi Umum (DAU). Itulah peran guru agama ini perlu ditingkatkan untuk mendukung penguatan karakter di era global,” katanya.

Ia menekankan tentang pentingnya menanamkan pendidikan agama serta membangun toleransi antarsesama Islam dan sesama agama lain. “Rasulullah mengajarkan kepada kita saling toleransi.  Di Madinah ada agama selain Islam, tapi ummat Islam diajari bertoleransi. Menciptakan ummat beragama. Membangun toleransi dalam agama kita sendiri,” katanya.

Begitu juga bila anak minta ikut ke masjid jangan dilarang. “Membawa anak ke masjid salah satu pembelajaran dini pengenalan shalat bagi anak,” ujarnya.

Dikatakan, ada enam hal perlu diingat dalam penguatan karakter kepada anak didik. Pertama keagamaan siswa, nasionalisme, kemandirian, kejujuran (integritas) dan gotong-royong. “Agama merupakan salah satu akar tempat pendidikan tumbuh. Akar pendidikan adalah agama. Inilah posisi strategis dari guru agama,” pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Muhadjir Effendy.

Seminar yang dihadiri sekitar 1.500 peserta bertema “tantangan pendidikan agama dan tantangan pendidikan karakter di era global”.

Sementara, Bupati Pidie, Roni Ahmad dalam sambutannya menyampaikan atas kesediaan Mendikbud hadir langsung pada seminar yang dilaksanakan oleh alumni PGA di Pidie. Ini merupakan bentuk kepedulian untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Sementara, Direktur Pembinaan Guru Dikdas Kemendikbud RI, Drs Anas M Adam MPd dalam laporan panitia mengatakan, kegiatan ini menciptakan penguatan pendidikan agama dalam era global. “Tentunya peran guru agama untuk membantu memberikan pola pembinaan terhadap pembelajaran pendidikan agama di era global. Perlu seminar untuk menjawab tentang metodelogi dan pendekatan kontemporer untuk pengajaran agama,” kata Anas M Adam yang juga putra asal Pidie.

Anas mengatakan, seminar ini akan disusul kegiatan workshop kepada guru agama yang didukung Dinas Pendidikan Aceh. Adapun pemateri  mengisi seminar dalam rangka Hari Pendidikan ini adalah Prof Phil Kamaruddin Amin MA (Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agam RI), Drs Anas M Adam MPd (Direktur Pembinaan Guru Dikdas Kemendikbud RI), Prof Madya Dr Azmil bin Hasyim (dari University Pendidikan Sultan Idris Malaysia), dan Dr Huzair A.H Sanaky MSi (dari Universitas Islam Indonesia).

“Kegiatan ini kerja sama selain alumni Pendidikan Guru Agama (PGA), juga didukung Dinas Pendidikan Aceh, Kanwil Kemenag Aceh, Pemkab Pidie, KNPI, dan Yayasan Pionir Nusantara,” kata Ketua panitia pelaksana, Drs Hanafiah MY, MPd yang juga Kepala MAN Kembang Tanjung.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved