Ini Tanggapan Haji Uma Setelah Turun ke Lokasi Ledakan Sumur Minyak di Ranto Peureulak

Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma turun berkunjung ke lokasi tempat kejadian ledakan sumur

Ini Tanggapan Haji Uma Setelah Turun ke Lokasi Ledakan Sumur Minyak di Ranto Peureulak

PEUREULAK - Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma turun berkunjung ke lokasi tempat kejadian ledakan sumur minyak masyarakat di Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Minggu, (6/ 5/ 2018).

Haji Uma bersama rombongan menuju ke lokasi sekitar pukul 12.30 WIB setelah berkordinasidengan aparatur desa setempat dan panitia posko dan sempat singgah terlebih dahulu di Polsek Ranto Peureulak. Kemudian, Haji Uma melanjutkan perjalanan dengan menumpang motor operasional polisi yang dikemudikan oleh salah seorang anggota Polsek Ranto Peureulak.

Jelang sampai dilokasi posko penanganan bencana dan lokasi yang dituju, Haji Uma bertemuKabag Ops. Polres Aceh Timur, Kompol Raja Gunawan SH, MM yang berencana kembali dari lokasi. Begitu melihat kedatanganHaji Uma, Kompol Gunawan langsung balik arah dan kemudian mendampingi Haji Uma untuk berkunjung ke lokasi kejadian. Setibanya di Posko, Haji Uma disambut oleh tim dan panitia serta kemudian langsung menuju ke lokasi kejadian.

Dari lokasi kejadian Haji Uma bersama segenap unsur yang hadir menuju posko polisi untuk bersalaman dan mengisi buku tamu dan kemudian kembali ke Posko Bencana untuk berdialog. Selain Kabag OpsPolres Aceh Timur, turut hadir di Posko yaitu Camat Ranto Peureulak, Sekdes gampong Pasir Putih dan Keuchik serta sejumlah masyarakat setempat.Sebelum beranjak dari lokasi, Haji Uma menyerahkan bantuan dana untuk korban musibah kebakaran sumur minyak sebesar 6 juta rupiah yang diserahkan melalui Camat Ranto Peureulak, Saiful, dan disaksikan sejumlah pihak yang berada di Posko Penanganan bencana sumur minyak di Gampong Pasir, Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Haji Uma menyampaikan, kunjungannya tersebut sebagai bentuk kepedulian dan menjalankan tugas kerja dalam kapasitasnya sebagai anggota Komite II DPD RI yang tutut membidangi masalah ESDM.

“Alhamdulillah, saya akhirnya dapat meninjau langsung kondisi di lapangan dan berdialog untuk mendengar serta menyerap masalah dan aspirasi masyarakat dilokasi”,ujar Haji Uma.

Dari hasil kunjungannya, Haji Uma mengatakan, ada 2 hal yang urgent untuk ditindaklanjuti. Pertama terkait perlunya bagi penetapan status dan masa darurat bencana sebagai landasan penanganan darurat bencana. Kedua, urgensitas terhadap formulasi kebijakan dan solusi terhadap langkah kenanganan sumur minyak kedepannya.

Berkaitan dengan penetapan status masa darurat bencana, Haji Uma mengatakan, Pemkab Aceh Timur perlu melakukan pengkajian guna penetapan status bencana agar memiliki landasan acuan terhadap penanganan bencana ledakan sumur di Ranto Peureulak.

Selanjutnya, berkaitan dengansolusi terhadap langkah penanganan sumur minyak kedepannya merupakan hal yang penting dan mendesak untuk segera dikaji dan diformulasikan. “Hal ini tentunya dibutuhkan koordinasi dan komunikasi intensif dengan berbagai unsur terkait baik di tingkat daerah maupun pemerintahpusat”, ujarnya.

Namun, apapun bentuksolusinya nanti, diharapkan tetap berpihak pada masyarakat dan terpenting tanpa bertentangan dengan aturan regulasi terkait yang berlaku. “Ini penting, masyarakat diharapkan tetap menjadi subjek yangmenerima manfaat dalam kebijakan penanganan kedepan.

Kepentingan ekonomi masyarakat harus jadi bahan dasar pertimbangan dalam perumusan solusi kebijakan kedepan”, ujar Haji Uma. Haji Uma juga mengatakan, sebagai anggota Komite II DPD RI dirinya akan berupaya membawahasil kunjungannya ke dalam rapat Komite II dan mendorong pelaksanaan rapat kerja Komite II DPD RI dengan Kementeriandan pihak terkait lain di tingkat pusat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved