Embung Rp 68 M Telantar

royek pembangunan embung untuk sumber air persawahan warga di perbatasan Desa Buket dengan Blang Talon

ANGGOTA DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma (dua kanan) mengunjungi embung telantar di kawasan Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Senin (7/5). 

* Dibangun Sejak 2012

LHOKSUKON - Proyek pembangunan embung untuk sumber air persawahan warga di perbatasan Desa Buket dengan Blang Talon, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara sudah dua tahun terhenti sehingga menjadi telantar dan sekarang belum bisa dimanfaatkan. Padahal, pembangunan embung yang dimulai sejak 2012 dan ditargetkan rampung pada 2016 tersebut sudah menghabiskan dana sebesar Rp 68 miliar.

Hal itu diketahui saat kunjungan anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma yang didampingi Kapolsek Tanah Pasir AKP Suhardi, dan Wadanramil Kuta Makmur Peltu Alfian, imum mukim, keuchik dari dua desa, serta masyarakat, Senin (7/5) sore. Haji Uma mendatangi embung itu usai menerima keluhan dari masyarakat setempat.

Informasi yang diperoleh Serambi, embung tersebut mulai dibangun pada tahun 2012 setelah pembebasan lahan tuntas dilakukan tahun 2011 silam. Jumlah dana yang sudah dianggarkan untuk pembangunan embung itu mencapai Rp 68 miliar berdasarkan nilai kontrak, dari tiga sumber masing-masing APBK Aceh Utara Rp 14 miliar, dana otonomi khusus (otsus) Rp 13 miliar, dan dari APBA Rp 41 miliar. Tapi, karena belum rampung sehingga tak bisa dimanfaatkan maka kondisi bangunan dalam embung tersebut saat ini sudah ditumbuhi semak belukar.

“Embung itu diusulkan pada 2011 untuk sumber air irigasi warga. Lalu pada 2012 mulai dibangun, tapi sampai sekarang belum selesai dikerjakan. Padahal, warga sangat membutuhkan tambahan sumber air ke sawah. Sebab, bila kemarau sawah di 25 desa dari 39 desa dalam wilayah Kecamatan Kuta Makmur sering kering, sehingga kerap gagal panen,” ujar Keuchik Meunasah Blang Talon, Abdul Latif yang didampingi Keuchik Buket, Mahdi Ismail kepada Serambi, kemarin.

Secara terpisah, itu Haji Uma mengungkapkan, dirinya datang ke lokasi itu menindaklanjuti laporan warga yang mengeluh selama ini tak bisa mengaliri air ke sawah ketika musim kemarau. Eksesnya, warga di kawasan itu hanya bisa tanam padi setahun sekali. Warga juga meminta kepastian dari pemkab kapan embung tersebut rampung dibangun.

“Kita meninjau langsung ke lokasi untuk melihat sejauhmana sudah realisasinya dan kondisi terkini. Saat ini, memang tidak bisa dimanfaatkan. Padahal, harapan warga embung itu jadi solusi untuk mengaliri air ke 7.000 hektare swah di kawasan tersebut,” katanya.

Haji Uma meminta Pemkab Aceh Utara dan Pemerintah Aceh supaya lebih fokus menyelesaikan persoalan ini, sehingga sinergi dengan program pemerintah pusat dalam upaya swasembada pangan.

“Terhambatnya pembangunan embung jelas menyebabkan banyak kerugian. Karena, kalau embung sudah dapat dimanfaatkan, tentu masyarakat dapat tanam padi setahun sampai dua kali, sehingga masyarakat tak kesulitan terhadap persoalan kebutuhan pangan mereka,” ulasnya.

Anggota Komite II DPD RI tersebut juga berharap, dinas terkait untuk memperjelas serapan anggaran pada proyek pembangunan embung tersebut, mengingat anggaran yang dialokasikan sudah sangat banyak, tapi progres pembangunan tidak terlihat banyak di lokasi. “Jadi, harapan kita embung tersebut segera diselesaikan,” pungkas Haji Uma.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Edi Anwar kepada Serambi menyebutkan, berdasarkan kontrak, dana untuk bangunan embung itu dari APBK Rp 14 miliar dan dari otsus sekitar Rp 13 miliar. “Tapi, ada juga sumber dana dari APBA, tapi belum bisa dipastikan jumlahnya. Tahun ini, juga ada Rp 12 miliar lagi dari otsus,” sebutnya.

Dana tahun ini, jelas dia, akan dimanfaatkan untuk lanjutan pembangunan embung itu dan ditargetkan dapat diselesaikan tahun ini juga. “Tapi, pelaksanaannya dilakukan Pemerintah Aceh, karena dana otsus sudah ditarik ke provinsi. Dana itu kita usulkan sebelumnya untuk lanjutan pembangunan sampai selesai,” tukas Edi Anwar.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved