PN Meulaboh tak Batalkan Putusan MA

Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh Aceh Barat menyatakan putusan majelis hakim pengadilan setempat dalam

PN Meulaboh tak Batalkan Putusan MA
SERAMBINEWS.COM/DEDI ISKANDAR
Manajer Kalista Alam dieksekusi 

* Terkait Denda Rp 336 M untuk Kalista Alam

MEULABOH - Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh Aceh Barat menyatakan putusan majelis hakim pengadilan setempat dalam sidang gugatan yang diajukan PT Kalista Alam bukan membatalkan putusan Mahkamah Agung (MA).

“Pengadilan Negeri Meulaboh tidak membatalkan putusan MA. Hanya saja di dalam amar putusan yang diputuskan tidak punya nilai eksekutorial,” kata Ketua PN Meulaboh Said Hasan SH menjawab Serambi, Minggu (6/5).

Seperti diketahui dalam beberapa hari terakhir sempat senter beredar kabar terkait putusan PN Meulaboh yang disebut-sebut menganulir putusan MA.

Dalam putusan sebelumnya yang sudah inkrah (berkekuatan hukum tetap) MA menjatuh denda Rp 336 miliar kepada PT Khalista Alam yang berlokasi di Nagan Raya terkait pembakaran lahan dengan penggugat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Menurut Ketua PN Meulaboh, lahirnya putusan terbaru tersebut dengan adanya masuk gugatan perdata ke PN Meulaboh Nomor 16/PDT.G/2017/PN Meulaboh. Sehingga dengan masuknya gugatan tersebut eksekusi putusan MA ditunda sementara.

“Sudah vonis. Saat ini banding perkara oleh Kementerian Lingkungan Hidup,” katanya. Ditanyai soal aksi demo sejumlah pegiat LSM peduli lingkungan di Jakarta terhadap putusan PN tersebut, Said Hasan tidak memberikan komentar banyak. “Demo itu bagian dari reformasi birokrasi aspirasi,” katanya.

Seperti diketahui PN Meulaboh dalam sidang gugatan mengeluarkan putusan pada 12 April 2018 lalu yang menyatakan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1 PK/PDT/2015 tertanggal 18 April 2015 tidak mempunyai titel eksekutorial terhadap penggugat /PT Khalista Alam. Sidang tersebut diketuai Said Hasan SH dan hakim anggota M Taher SH dan T Latiful SH.

Terhadap vonis tersebut ternyata pihak KLHK tidak menerima dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT).(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved