Ali Khamenei Sebut Iran akan Tetap Berdiri Saat Trump Sudah Jadi "Makanan Cacing dan Semut"

Dalam pidatonya yang berapi-api, Khamenei berkata tubuh Trump bakal berubah menjadi abu.

Sky News
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri), dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dia menuduh Trump telah melakukan kebohongan lebih dari 10 kali ketika mengumumkan AS keluar dari perjanjian nuklir Iran (8/5/2018).

Dilansir Sky News Rabu (9/5/2018), Khamenei menyebut tindakan presiden 71 tahun itu merupakan bentuk ancaman terhadap pemerintah dan rakyat Iran.

Pemimpin tertinggi berusia 78 tahun itu berkata Trump telah menulis surat yang ditujukan kepada para pemimpin negara di Teluk Persia.

Dalam surat tersebut, Trump meminta negara di Teluk Persia untuk bersatu.

Baca: Sebagai Balasan Serangan Terhadap Suriah, Iran Berencana Hantam Israel Dengan Rudal

Sebab, AS sudah menghabiskan dana hingga 7 triliun dolar AS, atau sekitar Rp 98.499 triliun.

"Anda adalah pria yang picik," ujar Khamenei. "Dengan uang itu, Anda berusaha mendominasi Irak dan Suriah. Namun Anda gagal," lanjutnya.

Dalam pidatonya yang berapi-api, Khamenei berkata tubuh Trump bakal berubah menjadi abu.

"Dia bakal menjadi makanan cacing dan semut. Negara Iran bakal tetap berdiri," ujarnya.

Dia juga mengaku tidak mempercayai negara Eropa yang selama ini menjadi sekutu AS seperti Jerman, Perancis, dan Inggris.

Baca: Dunia Kecam Serangan 7 Rudal ke Arab Saudi, Iran Dicurigai Sebagai Pemasok Senjata

Halaman
12
Editor: Yusmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved